Bekasi (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mengoperasikan water treatment untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dilansir dari laman Jabarprov, sumber air yang digunakan berasal dari Telaga Hejo, Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.
Sebelum dimanfaatkan, air dari sumber tersebut telah melalui pemeriksaan laboratorium dan dinilai layak untuk diolah menjadi air bantuan bagi masyarakat.
Humas
PMI Kabupaten Bekasi Achmad Syarif mengatakan Telaga Hejo dipilih karena memiliki kualitas air yang cukup baik dan tingkat kejernihan yang mendukung proses pengolahan.
"Water treatment yang dipakai PMI Kabupaten Bekasi saat ini mengambil sumber air untuk dijernihkan sehingga bisa langsung diberikan kepada warga. Sumber airnya kita ambil dari Telaga Hejo, Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru," ujar Syarif di lokasi, pada 7 September 2026.
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium tidak menemukan adanya kontaminasi pada sumber air tersebut. Kendati demikian,
PMI tetap memberikan pengamanan tambahan melalui proses klorinasi.
Klorin diberikan untuk membantu membunuh mikroorganisme atau kuman yang masih mungkin terdapat di dalam air, termasuk bakteri Escherichia coli (E. coli).
"Kalau secara keamanan, dari laboratorium
PMI, kita coba kasih klorin untuk membunuh kuman-kuman yang ada di airnya, salah satunya bakteri E. coli," jelasnya.
Proses pengolahan air dimulai dengan menyedot air dari Telaga Hejo menggunakan pompa. Air kemudian dialirkan ke union tank sebagai tempat penampungan awal.
Dari union tank, air selanjutnya masuk ke mesin filtrasi untuk menjalani proses penyaringan. Mesin tersebut merupakan milik
PMI Pusat yang dipinjamkan dan dibawa ke Serang Baru guna mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Setelah melalui proses filtrasi, air ditampung sementara di water blender sebelum dialirkan ke tangki penyimpanan. Tangki yang digunakan dapat berasal dari PMI maupun BPBD.
PMI juga membuka kesempatan bagi masyarakat, instansi maupun perusahaan yang ingin membantu dengan menyediakan tangki atau galon untuk mendukung proses distribusi air bersih.
Syarif menyebutkan, satu rangkaian pengolahan air hingga penampungan akhir membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.
Dari sisi kapasitas, water treatment
PMI Kabupaten Bekasi mampu menghasilkan sedikitnya 50 ribu liter air per hari. Jika seluruh sistem dioperasikan secara maksimal, kapasitas produksi dapat mencapai sekitar 100 ribu liter per hari.