Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Batch V.
Dilansir dari laman Kemkes, peluncuran tersebut berlangsung di Auditorium Dr J Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan,
Jakarta, pada 3 September 2026.
Dalam kegiatan yang sama, Kemenkes juga menyerahkan 54 peserta PPDS Batch IV kepada enam RSPPU untuk memulai pendidikan dokter spesialis.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno mengatakan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan kedokteran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Pratikno, kebutuhan dokter spesialis harus menjadi dasar dalam menentukan pembukaan program pendidikan, bukan semata berdasarkan kesiapan perguruan tinggi.
"Pada akhirnya kita bisa merealisasikan sebuah mimpi dari pelayanan publik, yaitu customer first, citizen first, demand-driven," ujar Pratikno.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program Hospital-Based dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan jumlah dokter spesialis dan persoalan distribusi tenaga spesialis yang belum merata di Indonesia.
Budi menilai penambahan peserta didik saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu memperbanyak rumah sakit yang menjadi pusat pendidikan dokter spesialis dengan tetap memastikan standar mutu pendidikan.
"Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit," kata Budi.
Sebanyak 54 peserta PPDS Batch IV kemudian diserahterimakan kepada enam RSPPU. Peserta tersebut terdiri dari 10 orang pada Prodi Jantung dan Pembuluh Darah di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, delapan orang pada Prodi Ilmu Kesehatan Anak di RS Anak dan Bunda Harapan Kita, serta enam orang pada Prodi Onkologi Radiasi di RS Kanker Dharmais.
Selanjutnya, masing-masing 10 peserta ditempatkan pada Prodi Ortopedi dan Traumatologi di RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso, Prodi Ilmu Kesehatan Mata di RS Mata Cicendo, serta Prodi Neurologi di RS Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono.
Presiden dan CEO ACGME International James A Arrighi turut mengapresiasi pengembangan PPDS berbasis rumah sakit di Indonesia. Ia menyebut empat prodi telah memperoleh akreditasi ACGME International, yakni Neurologi, Kesehatan Mata, Bedah Ortopedi, dan Kesehatan Anak.
Sementara Prodi Onkologi Radiasi dan Kardiologi masih menjalani proses akreditasi. James mengatakan peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui akreditasi, tetapi juga melalui perbaikan kualitas secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, humanis, dan saling menghormati bagi para residen.