Ruteng (buseronline.com) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelayanan kesehatan bagi korban gempa di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 18 Agustus 2026.
Dilansir dari laman Kemkes, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan setelah bangunan
RSUD Ruteng mengalami kerusakan akibat gempa.
Sejumlah pelayanan pasien, termasuk tindakan operasi, untuk sementara dilakukan di tenda darurat yang didirikan di luar gedung rumah sakit. Dalam kunjungannya, Menkes Budi turut melihat kondisi pasien korban gempa yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan.
Salah satunya Yosef, 12 tahun, yang mengalami patah tulang paha setelah rumah tetangganya roboh akibat gempa. Menkes mengatakan Yosef membutuhkan tindakan operasi agar dapat pulih dengan baik dan terhindar dari risiko kecacatan.
"Kalau tidak dioperasi, nanti sembuhnya bisa cacat. Dia tidak bisa main bola lagi. Padahal dia senang main bola dan ingin menjadi pemain tim nasional," ujar Budi.
Untuk memperkuat pelayanan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memobilisasi dokter spesialis ortopedi dari sejumlah rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran. Di antaranya tenaga medis dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, Sardjito, RS Ben Mboi, dan Universitas Hasanuddin.
Menurut Budi, kasus patah tulang dan trauma menjadi salah satu persoalan kesehatan yang banyak ditemukan setelah bencana gempa. Karena itu, dukungan dokter spesialis ortopedi diperlukan agar korban dapat segera memperoleh penanganan medis.
"Kita berterima kasih kepada teman-teman dari rumah sakit yang sudah datang membantu. Para dokter ortopedi ini sudah mau membantu menyembuhkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan," katanya.
Selain mengerahkan tenaga medis, Kemenkes juga tengah membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai.
Fasilitas tersebut akan dilengkapi ruang operasi sehingga tindakan pembedahan tetap dapat dilakukan dengan aman meskipun gedung utama
RSUD Ruteng mengalami kerusakan.
Rumah sakit lapangan juga disiapkan di RSUD Nagekeo sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan layanan kesehatan rujukan di wilayah yang terdampak gempa.