Nagekeo (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, sebagai langkah cepat menangani dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.
Dilansir dari laman Kemkes, pendirian fasilitas kesehatan darurat tersebut bertujuan memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh pelayanan medis yang aman dan optimal, sekaligus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes RI Agus Jamaludin mengatakan pendirian RS Lapangan merupakan bagian dari respons cepat melalui aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC).
"Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di
RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan," ujar Agus di Kabupaten Nagekeo, Selasa.
Di RSUD Aeramo, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait operasional RS Lapangan. Tim juga bekerja sama dengan petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) untuk memantau kondisi kerusakan ruang perawatan.
Pemantauan dilakukan guna memastikan keamanan tenaga kesehatan dan pasien. Berdasarkan hasil koordinasi sementara, RSUD Aeramo masih membutuhkan tambahan tenda untuk mendukung operasional RS Lapangan.
Untuk memperkuat pelayanan medis, Kemenkes mengerahkan tenaga kesehatan dengan berbagai kompetensi. Tim tersebut terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat yang memiliki keahlian di bidang IGD, anestesi dan kamar operasi.