Sragen (buseronline.com) - Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mendorong seluruh Posyandu di 35 kabupaten/kota terus meningkatkan inovasi pelayanan dan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurut Nawal, kader
Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Peran tersebut semakin strategis setelah
Posyandu bertransformasi menjadi lembaga yang memberikan pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Dilansir dari laman Jatengprov, hal itu disampaikan Nawal saat mengunjungi Posyandu di Desa Sribit, Kabupaten Sragen, Kamis. Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi percepatan transformasi pelayanan enam SPM serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan Posyandu di daerah.
Nawal menilai,
Posyandu tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan. Para kader juga diharapkan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi sesuai dengan bidang pelayanan masing-masing.
"Selain pelayanan di enam SPM, Posyandu ini memiliki inovasi tidak hanya menerima aduan masyarakat, tetapi aktif menyosialisasikan materi-materi dan mengedukasi sesuai dengan bidangnya masing-masing," ujar Nawal.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah hadirnya layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam bidang pendidikan. Menurut Nawal, pengenalan literasi digital juga penting dilakukan sejak anak masih berada pada usia dini.
Di bidang pangan, kader Posyandu turut aktif memberikan edukasi mengenai pola konsumsi pangan B2SA, yakni Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.
Nawal menyebutkan, saat ini terdapat 49.149 lembaga
Posyandu di
Jawa Tengah. Sebagian di antaranya telah menjalankan transformasi dengan memberikan pelayanan berbasis enam SPM.
Ia berharap berbagai inovasi dan praktik baik yang telah diterapkan sejumlah Posyandu dapat menjadi contoh bagi Posyandu lainnya di Jawa Tengah.