Pemprov Jateng Salurkan 181 Kursi Roda Adaptif untuk Penyandang Disabilitas

Heri - Jumat, 14 Agustus 2026 11:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyapa dan melakukan pengepasan kursi roda adaptif berlangsung di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyalurkan bantuan 181 kursi roda adaptif bagi penyandang disabilitas. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan mendukung kemandirian penyandang disabilitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Penyerahan dan proses pengepasan kursi roda adaptif berlangsung di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026). Suasana haru dan bahagia terlihat dari para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka menerima bantuan.

Kursi roda adaptif tersebut dibuat secara khusus berdasarkan postur dan kondisi tubuh masing-masing penerima. Sebelum diserahkan, penerima terlebih dahulu menjalani proses pengukuran, perakitan, hingga pengepasan agar kursi dapat digunakan secara optimal.

Salah seorang penerima bantuan, Sulistyowati, mengaku bersyukur anaknya mendapatkan kursi roda adaptif tersebut.

"Harapan saya, tulang anak saya yang semula menekuk bisa menjadi lebih lurus. Dia memang membutuhkan kursi seperti ini," kata Sulistyowati.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya membantu mobilitas anak, tetapi juga memudahkan dirinya dalam mendampingi dan merawat sang anak.

Ia berharap program serupa dapat terus diperluas sehingga semakin banyak keluarga penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan.

"Semoga ke depan semakin banyak bantuan seperti ini yang diberikan, sehingga kami yang membutuhkan bisa terbantu," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menyapa para penerima bantuan. Ia memberikan semangat kepada para orang tua agar tetap sabar dan kuat dalam mendampingi anak-anak mereka.

"Yang sabar dan kuat, ya. Ini titipan Allah untuk kita. Saya tahu ini tidak mudah karena saya juga pernah mengalami. Saya merawat anak saya sampai sekarang, usianya sudah 20 tahun. Semoga bantuan ini bermanfaat," tutur Luthfi.

Luthfi menegaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses, kesempatan, dan perlakuan yang setara. Menurutnya, dukungan yang tepat dapat membantu penyandang disabilitas mengembangkan potensi serta meningkatkan kepercayaan diri.

"Tidak ada manusia yang lahir dalam kondisi yang sama. Karena itu, mereka harus kita perlakukan sama dengan kita, sehingga mereka lebih berdaya guna, memiliki daya saing, dan semakin percaya diri," katanya.

Bantuan kursi roda adaptif tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Selain 181 kursi roda adaptif, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan alat bantu kaki dan tangan palsu bagi 50 penyandang disabilitas serta bantuan sosial lainnya.

Dari 181 kursi roda adaptif, sebanyak 61 unit diperuntukkan bagi penerima dari Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Demak. Penyerahannya dipusatkan di Kantor Kecamatan Kota Kudus. Sementara 120 unit lainnya diberikan kepada penerima di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, kursi roda adaptif membutuhkan proses khusus sebelum diberikan kepada penerima.

"Hari ini kegiatannya adalah pengukuran, pengepasan, dan perakitan kursi roda bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas," jelasnya.

Sebagian penerima merupakan anak dengan cerebral palsy yang mengalami kekakuan otot dan membutuhkan penyangga tubuh khusus. Dengan kursi roda adaptif, mereka diharapkan dapat lebih leluasa untuk duduk, makan, belajar, bermain, keluar rumah, maupun berinteraksi dengan lingkungan.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jawa Tengah bersama Global Village Foundation Bali dan Wheelchairs For Kids Australia. Kedua lembaga tersebut turut mendukung proses pengukuran, perakitan, dan penyesuaian kursi roda sesuai kondisi masing-masing penerima.

Sementara itu, bantuan kaki dan tangan palsu bagi 50 penyandang disabilitas masih dalam tahap pengukuran. Sebanyak 22 penerima mengikuti pengukuran di Kantor Kecamatan Kota Kudus, sedangkan 28 penerima lainnya menjalani pengukuran di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Harga Garam Rakyat Anjlok, Pemprov Jateng Minta Petambak Tahan Penjualan

Kesehatan

Lahan Tidur 12 Tahun di Banjarnegara Disulap Jadi Lahan Produktif Lewat Revola Jateng Optimis

Kesehatan

297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Didorong Tetap Produktif

Kesehatan

Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama Lintas Sektor, Potensi Ekonomi Tembus Rp20,2 Triliun

Kesehatan

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng Capai 81 Persen

Kesehatan

PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes hingga 10,43 Ton per Hektare