Pekalongan (buseronline.com) - Sebanyak 418 Posyandu di Kota Pekalongan kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).
Dilansir dari laman Jatengprov, melalui transformasi tersebut,
Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga memberikan akses pelayanan dasar di bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti mengatakan transformasi Posyandu 6 SPM menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan yang lebih terpadu kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu di Hotel Nirwana, Kota Pekalongan.
Menurut Puji, kegiatan bimtek bertujuan menyinergikan seluruh bidang yang terlibat dalam pelaksanaan
Posyandu 6 SPM, meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan layanan
Posyandu, memperkenalkan mekanisme pelaporan melalui penanggung jawab (PIC) di setiap bidang, serta mengoptimalkan peran
Posyandu dalam mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal.
"Pertemuan ini bertujuan menyinergikan seluruh bidang dalam mendukung pelaksanaan Posyandu 6 SPM, meningkatkan partisipasi masyarakat datang ke Posyandu, mengenalkan alur pelaporan melalui PIC di masing-masing bidang, serta mengoptimalkan peran Posyandu dalam mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal," ujar Puji.
Ia menjelaskan, seluruh
Posyandu 6 SPM di Kota Pekalongan telah memiliki surat keputusan (SK). Selanjutnya, penetapan akan dilakukan pada masing-masing
Posyandu di tingkat kelurahan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pelayanan.
Untuk mendukung implementasi di lapangan, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menetapkan empat Posyandu sebagai proyek percontohan (pilot project). Selain itu, kader Posyandu juga diperkenalkan dengan penanggung jawab pada setiap bidang pelayanan agar koordinasi dan tindak lanjut terhadap laporan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
Puji menegaskan, keberhasilan pelaksanaan
Posyandu 6 SPM memerlukan dukungan seluruh perangkat daerah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan optimal meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran.