Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana. Selain pelayanan donor darah, PMI diharapkan semakin aktif dalam respons cepat, pelayanan kemanusiaan, hingga penanganan keadaan darurat.
Dilansir dari laman Jatengprov, permintaan tersebut disampaikan saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi
Jawa Tengah masa bakti 2026-2031 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat.
Luthfi mengatakan, Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, rob, letusan gunung api, hingga kekeringan saat musim kemarau. Karena itu, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan PMI perlu terus diperkuat.
"PMI tidak hanya menangani donor darah, tetapi juga harus hadir dalam penanganan dapur umum, aksi kemanusiaan, penanganan awal saat terjadi bencana, bahkan ketika terjadi kecelakaan lalu lintas," ujar Luthfi.
Ia berharap kepengurusan baru PMI Jawa Tengah mampu menghadirkan inovasi dalam upaya mitigasi, penanganan, hingga pemulihan pascabencana. Menurutnya, kemampuan melakukan respons cepat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana.
Ketua PMI
Jawa Tengah Haryanto menegaskan pihaknya siap mendukung penanganan kebencanaan, pelayanan kesehatan, pembinaan relawan, serta pemenuhan kebutuhan darah di
Jawa Tengah. Menurut Haryanto, saat ini PMI
Jawa Tengah memfokuskan penanganan pada bencana kekeringan.
Hingga kini, PMI telah mendistribusikan sekitar 2,2 juta liter air bersih ke 14 kabupaten/kota terdampak melalui 433 kali pengiriman menggunakan 18 unit truk tangki. Bantuan tersebut menjangkau 288 desa di 48 kecamatan dengan lebih dari 109 ribu penerima manfaat.
Selain itu, PMI
Jawa Tengah bersama PMI kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait juga telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera berupa bantuan logistik senilai sekitar Rp1,7 miliar serta dukungan dana sebesar Rp2,2 miliar.
Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan bahwa PMI harus terus hadir dalam setiap penanganan bencana, baik banjir, kekeringan, maupun gempa bumi. "Semua bencana harus dibantu. PMI harus selalu aktif di mana pun di Indonesia sebagai bagian dari tugas kemanusiaan," ujar Jusuf Kalla.
Ia menambahkan, distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan telah dilakukan sejak bulan lalu dan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan. (R)