Bogor (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengusulkan Kota Bogor sebagai daerah percontohan nasional dalam program penanggulangan Tuberkulosis (TBC).
Dilansir dari laman Kemkes, usulan tersebut muncul setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil membentuk Kelurahan Siaga TBC di seluruh 68 kelurahan yang ada di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, saat meluncurkan program Penemuan Kasus Aktif (Active Case Finding) TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) SMART di Kota Bogor, Selasa.
"Saya mendengar seluruh kelurahan di
Kota Bogor sudah menjadi Kelurahan Siaga TBC. Ini luar biasa dan jarang ada. Karena itu, saya ingin
Kota Bogor dapat menjadi percontohan nasional," ujar Benjamin.
Menurutnya, strategi penanggulangan TBC kini harus beralih dari pendekatan pasif menjadi aktif. Pemerintah daerah bersama puskesmas, aparat kewilayahan, dan kader kesehatan diminta melakukan penelusuran langsung terhadap masyarakat yang berisiko, terutama mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Melalui integrasi dengan program CKG SMART, masyarakat dapat menjalani skrining kesehatan, pemeriksaan rontgen dada (X-ray), hingga tes dahak jika ditemukan indikasi TBC. Selain itu, Kemenkes juga akan memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada warga berisiko tinggi yang belum menderita TBC aktif.
"Selama ini kita fokus mengobati orang yang sudah sakit, tetapi kontak eratnya jarang diperiksa. Padahal, daripada dua atau tiga tahun lagi mereka menjadi pasien TBC, lebih baik kita cegah dari sekarang melalui TPT," katanya.
Wali
Kota Bogor, Dedie A Rachim menyambut baik dukungan Kemenkes tersebut. Ia mengatakan, meski
Kota Bogor memiliki angka harapan hidup yang tinggi, kepadatan penduduk masih menjadi tantangan dalam pengendalian penyakit menular.
"Kehadiran program eliminasi TBC dari Kemenkes ini sangat berarti. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bogor," ujar Dedie.