Bandung (buseronline.com) - Pemerintah memperkuat upaya penanganan sampah melalui Gerakan Jabar Berseka dengan menargetkan penyelesaian 80 persen persoalan sampah di Jawa Barat pada 2029.
Dilansir dari laman Jabarprov, gerakan tersebut diluncurkan dalam Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Jumat.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 4.000 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, TNI, Polri, akademisi, mahasiswa, RT/RW, hingga komunitas lingkungan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengatasi persoalan sampah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi seluruh masyarakat.
Menurutnya, Bandung Raya menghasilkan hampir 2.000 ton sampah setiap hari sehingga diperlukan langkah nyata mulai dari tingkat rumah tangga.
"Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar," ujar Zulkifli.
Ia menjelaskan pemerintah saat ini mempercepat pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik di sekitar 60 kota. Selain itu, pemerintah menargetkan penghentian seluruh sistem pembuangan terbuka (open dumping) dalam dua tahun ke depan.
Zulkifli menegaskan pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Sampah organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya agar dapat diolah secara optimal.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan Gerakan Jabar Berseka. "Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah," katanya.
Sebagai bagian dari gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi
Jawa Barat akan memasukkan kegiatan memilah dan mengelola sampah ke dalam pembelajaran di sekolah.