Pemko Bandung Perkuat Deteksi Dini Thalasemia Lewat Edukasi dan Skrining Genetik

Heri - Selasa, 28 Juli 2026 13:50 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga yang diselenggarakan RSHS Bandung bersama RSAB Harapan Kita, Senin (27/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung mendukung penguatan deteksi dini thalasemia melalui edukasi dan skrining genetik sebagai upaya menekan angka kasus penyakit genetik tersebut di masa mendatang.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga yang diselenggarakan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bersama Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Senin.

Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan tersebut diikuti penyandang thalasemia, keluarga pasien, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, serta unsur pemerintah.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit genetik melalui skrining.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi inisiatif RSHS Bandung dan RSAB Harapan Kita yang terus menghadirkan inovasi dalam penanganan thalasemia.

"Atas nama Pemko Bandung, kami mengapresiasi inisiatif RSHS dan RSAB Harapan Kita yang terus menghadirkan inovasi dalam penanganan thalasemia. Upaya seperti ini sangat penting karena membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit genetik," ujar Farhan.

Ia menegaskan, Pemko Bandung akan terus mendukung edukasi kesehatan, skrining, dan pendampingan bagi penyandang thalasemia beserta keluarganya.

"Kami mendukung setiap langkah yang memperkuat edukasi kesehatan, skrining, serta pendampingan bagi penyandang thalasemia dan keluarganya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan kesehatan semakin berkualitas dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Farhan juga menilai keberadaan RSHS sebagai rumah sakit rujukan nasional memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bandung maupun Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan thalasemia masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama.

Berdasarkan data, prevalensi pembawa sifat thalasemia di Indonesia mencapai sekitar 3-10 persen populasi, dengan sekitar 40 persen penyandang berada di Jawa Barat.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat upaya edukasi, deteksi dini, dan pendampingan sehingga angka kasus thalasemia dapat terus ditekan. Harapannya kualitas hidup para penyandang juga semakin baik," ujar Erwan.

Direktur Utama RSHS Bandung dr H Rachim Dinata Marsidi menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Bersama RSAB Harapan Kita, RSHS terus memperkuat penelitian serta edukasi keluarga mengenai pentingnya deteksi dini dan skrining genetik.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita dr Reni Wigati menambahkan kolaborasi antar rumah sakit menjadi kunci keberhasilan program kesehatan nasional.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

200 Pelaku UMKM Ikuti Sosialisasi Pengadaan dan Akses Pembiayaan di Bandung

Kesehatan

Persib Buka Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan, Igor Tolic Puji Penampilan Maung Bandung

Kesehatan

KPK Ajak Aparatur Peradilan Perkuat Integritas demi Wujudkan Penegakan Hukum yang Bersih

Kesehatan

Pelajar SMA/SMK di Jabar Wajib Pungut dan Pilah Sampah, Masuk Praktikum IPA

Kesehatan

Imunisasi Jadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang, Warga Bandung Diajak Lengkapi Vaksin

Kesehatan

Erwin: MPLS Jadi Pondasi Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan Pelajar