Jember (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui strategi deteksi dini, penemuan kasus secara aktif, dan perluasan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga.
Dilansir dari laman Kemkes, salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Homecare bertajuk "Mewujudkan Dokter Keluarga untuk Masyarakat Tidak Mampu" di Kabupaten
Jember.
Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus mengatakan program Homecare diharapkan mampu mendukung berbagai program prioritas Kemenkes, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan pemeriksaan foto rontgen bagi kontak erat pasien TB.
Menurutnya, sinergi kedua program tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus rantai penularan TB di masyarakat.
"Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis terbesar kedua di dunia. Karena itu kita harus melakukan langkah luar biasa. Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan orang yang tinggal serumah atau kontak erat pasien TB ikut diperiksa sehingga penularan dapat dihentikan lebih cepat," ujar Benjamin saat meresmikan Program Homecare di Kabupaten Jember, Jumat.
Ia menjelaskan, pada 2026
Kemenkes melaksanakan Cek Kesehatan Gratis dengan pemeriksaan foto rontgen di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 228 lokasi di Kabupaten
Jember.
Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat yang diduga mengidap TB dapat segera ditemukan dan diobati, sementara kontak erat yang belum menunjukkan gejala akan mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak berkembang menjadi penyakit aktif.
Benjamin menegaskan, keberhasilan eliminasi TB tidak hanya bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemeriksaan dan menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Ir Iwan Sumule menilai perluasan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga merupakan bagian penting dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas lebih baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.