Pekalongan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekalongan memanfaatkan momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk memperkuat upaya pemenuhan hak anak melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, dan perlindungan anak.
Dilansir dari laman Jatengprov, berbagai kegiatan digelar, mulai dari seminar pengasuhan, skrining kesehatan gratis, hingga edukasi literasi digital.
Mewakili Wali Kota Pekalongan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan Sugiyo menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.
Menurutnya, peringatan HAN harus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
"Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi untuk memenuhi hak-hak anak. Anak-anak harus diberi kesempatan berkembang dan bercita-cita setinggi-tingginya, serta mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam setiap aktivitasnya," ujar Sugiyo saat membuka Seminar bertema Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan di Hotel Howard Johnson (Hojo) Pekalongan, Kamis.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemko
Pekalongan juga membuka layanan skrining kesehatan gratis di UPT Puskesmas Krapyak Kidul. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi sejak dini kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak sehingga dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan faktor risiko.
Dokter Spesialis Anak, Tri Kusuma Wardani mengatakan hasil skrining menunjukkan masih terdapat sejumlah anak yang memerlukan perhatian terkait status gizi dan tumbuh kembang.
"Masih ada anak yang berat badannya kurang dan mengalami gangguan tumbuh kembang. Karena itu, pemantauan kesehatan secara rutin sangat penting agar kondisi tersebut dapat segera ditangani," katanya.
Ia mengimbau para orang tua untuk rutin membawa anak ke Posyandu atau Puskesmas guna memantau pertumbuhan setiap bulan.
Selain itu, anak perlu mendapatkan asupan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan sayuran, serta membatasi penggunaan gawai agar tumbuh kembang berlangsung optimal.
Salah seorang peserta skrining, Dina Inayatillah, warga Kelurahan Krapyak, mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
"Alhamdulillah kegiatan ini sangat membantu. Kami jadi mengetahui kondisi kesehatan anak dan apa yang masih perlu diperbaiki. Semuanya gratis sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala DPMPPA Kota Pekalongan Sriyana mengatakan peringatan HAN tahun ini juga diisi berbagai kegiatan edukatif, seperti psikologi anak, public speaking, literasi digital, dan sosialisasi perlindungan anak di sekolah yang melibatkan Forum Anak Kota Batik (Fantatik).