Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan regulator dalam mempercepat lahirnya inovasi kesehatan sekaligus memperkuat kemandirian farmasi nasional.
Hal tersebut disampaikan
Wamenkes saat menghadiri pembukaan Medical Expo FKUI 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Ekosistem One Health Indonesia, Center of Excellence for Indonesia Health, serta vaksin tifoid Bio-TCV hasil kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan PT Bio Farma di Kampus FKUI Salemba, Jakarta, Kamis.
Dilansir dari laman Kemkes, menurut Benjamin, pemerintah mendorong perguruan tinggi tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga berkembang sebagai pusat riset dan inovasi yang mampu menghasilkan produk kesehatan strategis bagi Indonesia.
"Saya berharap setiap fakultas kedokteran tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghasilkan produk kesehatan untuk bangsa. Kita membutuhkan riset yang mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata," ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan vaksin tuberkulosis (TB) menjadi salah satu prioritas nasional mengingat Indonesia masih menjadi negara dengan beban TB yang tinggi. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, BRIN, industri, dan regulator untuk mempercepat pengembangan vaksin nasional.
"Kita harus bekerja secara luar biasa untuk mengatasi TB. Selain pengobatan, penguatan skrining, pelacakan kontak, terapi pencegahan, hingga pengembangan vaksin nasional harus berjalan bersama," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof Taruna Ikrar mengatakan kemandirian obat dan vaksin merupakan bagian penting dari ketahanan nasional.
Menurutnya, BPOM akan terus mendukung inovasi vaksin dalam negeri melalui pengawalan proses pengembangan, uji klinik, hingga percepatan perizinan.
Ia menegaskan, seluruh produk inovasi dalam negeri tetap harus memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat agar mampu bersaing di tingkat global.