Banyumas (buseronline.com) - Ratusan warga memanfaatkan layanan kesehatan gratis dalam Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Klinik NU Medika Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sabtu.
Dilansir dari laman Jatengprov, antusiasme masyarakat terlihat dari antrean warga yang memadati lokasi sejak pagi untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis.
Pelaksanaan program tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Dalam kesempatan itu, ia menyapa warga yang sedang menjalani pemeriksaan sekaligus meninjau berbagai layanan kesehatan yang tersedia.
Program Speling melibatkan dokter spesialis dan tenaga kesehatan di Kabupaten
Banyumas, termasuk tim medis dari RSUD Prof Margono Soekarjo. Layanan yang diberikan meliputi poli umum, poli gigi, rawat jalan, pemeriksaan gula darah, kolesterol, hingga pemeriksaan penunjang seperti rontgen paru.
Salah seorang warga Cilongok, Naimatul, mengaku sengaja datang untuk memanfaatkan layanan rontgen paru karena sedang mengalami flu. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
"Sangat terbantu, karena sedang flu jadi mau rontgen paru," ujarnya.
Taj Yasin mengatakan, Program Speling merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis kepada masyarakat hingga tingkat kecamatan.
Dengan layanan tersebut, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Selain meninjau pelaksanaan Speling, Wakil Gubernur juga melihat perkembangan fasilitas dan pelayanan Klinik NU Medika Cilongok. Ia berharap klinik tersebut terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan
Jawa Tengah per 24 Juni 2026, Program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.320 kali di 1.310 desa dan kelurahan, dengan total 109.304 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 84.325 orang menerima layanan pada 2025 dan 24.979 orang pada 2026.
Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas akses layanan kesehatan melalui kolaborasi dengan rumah sakit daerah, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah. (R)