Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mendorong peningkatan mutu pelayanan rumah sakit melalui penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat membuka Diskusi Nasional Peningkatan Mutu Rumah Sakit di Hotel Grand Mercure, Medan, Jumat.
Mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution, Sulaiman mengatakan tema "Membangun Pelayanan Kesehatan Masa Depan" sangat sejalan dengan arah pembangunan kesehatan dan visi pembangunan Sumut yang mengedepankan kolaborasi.
"Kolaborasi bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja dalam membangun pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan yang menjadi salah satu program prioritas Pemprov Sumut," ujar Sulaiman.
Ia menegaskan, transformasi pelayanan kesehatan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama. Mulai dari pemerintah, rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan, organisasi profesi, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat.
Menurut Sulaiman, Pemprov Sumut terus menjalankan berbagai program transformasi pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah yang telah dilaksanakan sejak Oktober 2025.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong seluruh fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas rumah sakit tidak hanya diukur dari kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga dari mutu pelayanan, budaya keselamatan pasien, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta inovasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Rumah sakit yang berkualitas bukan hanya ditentukan oleh fasilitas yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuannya memberikan pelayanan terbaik dan memperoleh kepercayaan masyarakat," katanya.
Sulaiman juga mengingatkan bahwa tantangan seperti pemenuhan tenaga kesehatan yang kompeten, penguatan sarana dan prasarana, adaptasi terhadap standar baru, serta konsistensi dalam menjaga mutu pelayanan harus menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit, Andi Wahyuningsih Attas mengapresiasi dukungan Pemprov Sumut dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Menurutnya, Diskusi Nasional Peningkatan Mutu Rumah Sakit menjadi forum strategis untuk membangun komunikasi dan mencari solusi bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan bahwa surveyor dari lembaga akreditasi tidak berperan sebagai penguji, melainkan memastikan pelayanan rumah sakit berjalan sesuai ketentuan pemerintah serta mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (P3)