Pengabdian 23 Tahun, Bidan RSUD Bandung Kiwari Bagikan Inspirasi di Hari Bidan Nasional

Heri - Kamis, 25 Juni 2026 11:50 WIB
Kepala Ruang Bersalin RSUD Bandung Kiwari Deti Hendarti.

Bandung (buseronline.com) - Menjelang peringatan Hari Bidan Nasional, Kepala Ruang Bersalin RSUD Bandung Kiwari Deti Hendarti membagikan kisah pengabdiannya selama 23 tahun sebagai bidan sekaligus menyampaikan pesan penting mengenai kesehatan ibu dan anak.

Dilansir dari laman Jabarprov, Deti mengungkapkan bahwa motivasinya menjadi bidan muncul sejak kecil setelah melihat sosok bidan di lingkungan tempat tinggalnya yang aktif melayani masyarakat melalui kegiatan posyandu dengan penuh kepedulian.

Ia menempuh pendidikan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Bandung pada tahun 1999 dan mulai bertugas di rumah sakit pada 2003.

Selama menjalani profesinya, ia menyaksikan perkembangan institusi tempatnya bekerja yang bertransformasi dari Rumah Sakit KAI menjadi RSUD Bandung Kiwari.

Menurut Deti, peran bidan tidak hanya mendampingi proses kehamilan dan persalinan, tetapi juga memberikan layanan kesehatan perempuan sejak lahir hingga memasuki masa menopause, termasuk pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

"Selain memberikan pelayanan medis, bidan juga sering menjadi tempat pasien berbagi cerita terkait persoalan keluarga, ekonomi, hingga kesehatan mental," ujarnya.

Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Bandung Kiwari kerap menangani pasien dengan komplikasi persalinan yang dirujuk dari puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Deti menilai masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi bidan, terutama di daerah terpencil, seperti keterbatasan akses transportasi dan penolakan dari keluarga terhadap tindakan medis yang diperlukan.

Ia juga menyoroti hasil audit maternal yang menunjukkan bahwa minimnya dukungan suami menjadi salah satu faktor risiko dalam berbagai kasus kematian ibu. Karena itu, Deti mengajak para suami untuk lebih peduli dan aktif mendampingi istri selama masa kehamilan.

"Sayangi istri dengan sepenuh hati, terutama saat hamil. Bantu pekerjaannya, perhatikan kebutuhan gizinya, dampingi saat kontrol kehamilan, dan berikan ketenangan karena kondisi psikologis ibu sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi," katanya.

Menurut Deti, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Ia juga mengingatkan para ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala guna mendeteksi risiko sejak dini.

Kepada mahasiswa kebidanan, Deti berpesan agar tidak hanya menguasai ilmu medis, tetapi juga memiliki empati dan kemampuan komunikasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Ia juga mengajak seluruh bidan di Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi demi meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.

Sementara itu, Direktur RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman mengapresiasi dedikasi para bidan yang selama ini berperan penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

"Di balik setiap tangis pertama seorang bayi, ada tangan-tangan tulus seorang bidan yang bekerja dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan pengabdian. Bidan tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, harapan, dan kebahagiaan bagi setiap keluarga," ujarnya.

Arief menambahkan, Hari Bidan Nasional menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya kontribusi bidan dalam pembangunan kesehatan bangsa dan mencetak generasi penerus yang sehat.

"Terima kasih kepada seluruh bidan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mengawal lahirnya generasi penerus bangsa. Selamat Hari Bidan Nasional. Teruslah menjadi cahaya bagi setiap kehidupan baru yang lahir di negeri ini," tutupnya. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026

Kesehatan

Investasi Kota Bandung Tembus Rp6,4 Triliun, Target Akhir Tahun Rp12 Triliun

Kesehatan

Disdik Jabar dan UPI Perkuat Sinergi Atasi Kekurangan Guru melalui GEMA JABAR

Kesehatan

Jawa Barat Pimpin Sementara Perolehan Medali FLS3N Pendidikan Khusus 2026

Kesehatan

Dankorbrimob Polri Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat Personel Brimob

Kesehatan

Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Peternakan ke Kelompok Ternak di Bandung Barat