Kemenkes Perkuat Upaya Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri di HLUN 2026

Heri - Kamis, 18 Juni 2026 16:50 WIB
Penyelenggaraan Indonesia Active Ageing Summit 2026 yang menjadi puncak peringatan HLUN ke-30 berlangsung di Gedung C RSPON, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lanjut usia (lansia) yang sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat melalui penyelenggaraan Indonesia Active Ageing Summit 2026 yang menjadi puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30.

Dilansir dari laman Kemkes, kegiatan yang berlangsung di Gedung C Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Jakarta, Jumat, itu mengusung tema "Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya".

Tema tersebut menjadi refleksi sekaligus momentum untuk memperkuat berbagai program pemerintah dalam menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus mengatakan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk tetap sehat, aktif, dan produktif hingga usia lanjut.

"Tujuan kita bukan sekadar memperpanjang umur. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dapat tetap aktif, produktif, dan bermartabat di usia lanjut. Kita ingin masyarakat Indonesia hidup lebih panjang dalam keadaan sehat, bukan hidup lebih lama tetapi dalam kondisi sakit," ujar Benjamin.

Saat ini Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total populasi.

Seiring meningkatnya angka harapan hidup, pemerintah terus memperkuat berbagai program promotif dan preventif guna menekan risiko penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian pada kelompok lansia.

Benjamin menilai sebagian besar penyakit yang banyak dialami lansia, seperti hipertensi, diabetes, stroke, hingga gagal ginjal, sebenarnya dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat sejak usia muda.

Menurutnya, aktivitas fisik secara rutin menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga kesehatan. Ia mendorong masyarakat untuk berolahraga atau berjalan kaki setidaknya 30 menit setiap hari selama lima hari dalam sepekan guna mempertahankan kebugaran dan kemandirian saat memasuki usia lanjut.

Selain aspek kesehatan, pemerintah juga mendorong penguatan sistem perawatan jangka panjang (long-term care) berbasis keluarga dan komunitas. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat semakin banyak lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan di rumah.

"Ukuran kemajuan bangsa bukan hanya seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga siapa yang kita lindungi sepanjang perjalanan. Lansia bukan beban, melainkan aset bangsa yang harus dijaga kesehatan, fungsi, dan martabatnya," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr Maria Endang Sumiwi mengatakan transformasi layanan primer terus dilakukan untuk memperluas akses layanan kesehatan ramah lansia di seluruh Indonesia.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Operasi Katarak Gratis Bantu Masyarakat Kembali Produktif dan Mandiri

Kesehatan

Kemenkes dan Gavi Perkuat Kepercayaan Masyarakat terhadap Imunisasi Lewat Forum Pembelajaran Internasional

Kesehatan

Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis ke Perkantoran, 235 Pegawai Bakom RI Ikut Pemeriksaan

Kesehatan

Sejuta Kasus Hipertensi Baru Ditemukan, Kemenkes Imbau Masyarakat Rutin Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Kesehatan

Program Imunisasi Digenjot, Kemenkes Ajak Seluruh Masyarakat Lindungi Anak Indonesia

Kesehatan

Kemenkes Evaluasi Program Internsip Dokter, 10.564 Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan