Jateng Jadi Role Model Nasional CKG, Program Speling Dongkrak Partisipasi Masyarakat

Heri - Sabtu, 13 Juni 2026 10:15 WIB
Provinsi Jawa Tengah kembali menuai apresiasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas keberhasilannya dalam pelaksanaan Program CKG.

Semarang (buseronline.com) - Provinsi Jawa Tengah kembali menuai apresiasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas keberhasilannya dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Dilansir dari laman Jatengprov, dengan jumlah peserta terbanyak secara nasional, Jawa Tengah dinilai layak menjadi contoh dalam upaya edukasi dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa.

Dalam paparannya, Benjamin menyebut program CKG telah menjangkau hampir 42,3 juta warga di 38 provinsi. Dari total 43.660.900 pendaftar, sebanyak 42.291.657 orang telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.

"Jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi kepada masyarakat di Jawa Tengah sudah cukup baik karena sudah lebih dari 10 juta orang terlayani," ujar Benjamin.

Ia menambahkan, capaian Jawa Tengah masih unggul dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa. Jumlah peserta CKG di Jawa Timur tercatat lebih rendah sekitar 6,8 juta orang, sedangkan Jawa Barat terpaut sekitar 5,2 juta orang. "Artinya program CKG di Jawa Tengah berjalan dengan baik," katanya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengintegrasikan program CKG dengan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), salah satu program unggulan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Program Speling menghadirkan layanan kesehatan gratis langsung ke desa-desa dengan melibatkan dokter spesialis dari berbagai rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. Program ini bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah pelosok.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, skrining tuberkulosis (TBC), deteksi dini kanker serviks, pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC), pemeriksaan kesehatan bagi penyandang disabilitas, hingga layanan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis.

Menurut Ahmad Luthfi, keberadaan dokter spesialis di tingkat desa memungkinkan deteksi dini berbagai penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"Dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi penyakit sejak dini. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan akan terus kami lakukan sebagai model pelayanan kesehatan berbasis desa," ujarnya di Semarang, Rabu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah per 10 Juni 2026, program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.249 kali di 1.138 desa yang tersebar pada 454 kecamatan. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 107.674 warga.

Kolaborasi antara CKG dan Speling dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mendorong tingginya partisipasi masyarakat Jawa Tengah dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai daerah percontohan dalam pengembangan pelayanan kesehatan yang mudah diakses hingga tingkat desa. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

UMKM Boyolali Tembus Pasar Internasional, Kreasi Kayukuu Raup Omzet Hingga Rp800 Juta per Bulan

Kesehatan

KPK Apresiasi Jateng, Jadi Pilot Project Nasional Perizinan Tambang MBLB

Kesehatan

Gubernur Jateng Pantau SPMB 2026, Tegaskan “No Titip-titip, No Jastip”

Kesehatan

Jateng Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi terhadap Harga Bahan Pokok

Kesehatan

Pemprov Jateng Gratiskan Pendidikan untuk 231 Ribu Siswa pada Tahun Ajaran 2026/2027

Kesehatan

Jateng Jadi Provinsi dengan Peserta Cek Kesehatan Gratis Terbanyak di Indonesia