Semarang (buseronline.com) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan lima daerah di Jawa Tengah sebagai pilot project Program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman).
Dilansir dari laman Jatengprov, kelima daerah tersebut yakni Kabupaten Purworejo, Sukoharjo, Pati, Kota Surakarta, dan Kota Semarang. Penetapan itu disampaikan dalam kegiatan Kick Off Program Idaman yang digelar
BPOM di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan Jawa Tengah dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman herbal dan budaya konsumsi jamu yang telah mengakar di masyarakat.
Menurutnya, berbagai tanaman herbal yang tumbuh di
Jawa Tengah memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpeluang menembus pasar nasional hingga internasional. Karena itu, pengembangan industri jamu perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
"Melalui Program Idaman, kami berupaya mempertahankan citra dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap jamu sebagai warisan budaya sekaligus produk kesehatan tradisional yang aman," ujar Taruna Ikrar.
Meski demikian,
BPOM masih menemukan adanya peredaran obat bahan alam ilegal yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Berdasarkan hasil pengawasan selama 2025,
BPOM melakukan sampling dan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan.
Hasilnya, sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat. Selain itu, patroli siber BPOM menemukan lebih dari 39 ribu penjualan obat bahan alam ilegal atau yang tidak memenuhi ketentuan.
Di wilayah Semarang,
BPOM juga menemukan 147 item obat bahan alam yang diduga mengandung bahan kimia obat dan/atau tidak memiliki izin edar dengan jumlah mencapai 13.263 pieces. Produk-produk tersebut telah diamankan guna mencegah peredaran lebih lanjut.
Taruna Ikrar menambahkan, selama inspeksi rutin di wilayah Jawa Tengah pada periode 2025 hingga 2026, BPOM telah memeriksa 119 sarana. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 10.267 jenis produk obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat.
"Temuan ini menunjukkan masih banyak produk yang menggunakan bahan kimia obat.
BPOM akan melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut," tegasnya.
Meski melakukan pengawasan ketat, BPOM tetap mengedepankan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha jamu agar kualitas produk terus meningkat. Upaya tersebut juga dilakukan untuk menjaga citra jamu Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada 2023.
Sementara itu, Wakil Gubernur
Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut baik penunjukan lima daerah di
Jawa Tengah sebagai pilot project Program Idaman. Menurutnya,
Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan industri jamu tradisional yang dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif daerah.
"Kalau kita melihat di Solo, Sukoharjo, dan Semarang, masyarakat sudah mulai menyajikan jamu di kafe-kafe. Ini menunjukkan jamu semakin diterima sebagai bagian dari gaya hidup modern," kata Taj Yasin.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat meningkat sejak pandemi Covid-19. Namun demikian, masyarakat tetap harus berhati-hati dan mewaspadai produk jamu yang mengandung bahan kimia obat.
Taj Yasin juga mendukung langkah BPOM dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM sektor jamu tradisional agar mampu menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan berdaya saing tinggi. (R)