Tangerang (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus menegaskan bahwa penguatan deteksi dini melalui active case finding dan sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan jemaah haji maupun masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan saat meninjau proses debarkasi
jemaah haji kloter perdana Provinsi Banten di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa.
Dilansir dari laman Kemkes, dalam kunjungannya, Wamenkes Benny menyoroti efektivitas skrining kesehatan ketat yang telah dilakukan sejak fase keberangkatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Menurutnya, kebijakan pembatalan keberangkatan bagi calon jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka kesakitan dan kematian
jemaah haji.
"Waktu saya ke Asrama Haji Pondok Gede saat pemberangkatan, ada 14 calon jemaah haji yang dibatalkan keberangkatannya karena kondisi kesehatannya tidak baik. Buktinya, angka kesakitan dan angka meninggal turun jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Benny.
Ia menjelaskan, fase debarkasi menjadi tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji karena seluruh jemaah harus dipantau kesehatannya secara menyeluruh untuk mendeteksi kemungkinan penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya.
Di Bandara Soekarno-Hatta, petugas kesehatan melakukan observasi visual dan pemeriksaan menggunakan thermo scanner terhadap para jemaah yang baru tiba. Jemaah yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan langsung dibawa ke pos kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.
"Dalam kloter ini ada enam orang yang dicek kesehatannya dan sebagian masih diobservasi karena kondisi fisik menurun akibat kelelahan," jelasnya.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta Naning Nugrahini mengatakan proses active case finding dilakukan terhadap seluruh jemaah yang tiba di wilayah kerja Bandara Soekarno-Hatta.