Rembang (buseronline.com) - Mulai 1 Juni 2026, layanan pemasangan ring jantung atau kateterisasi jantung (cath lab) di RSUD dr R Soetrasno Rembang resmi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Dilansir dari laman Jatengprov, kebijakan ini menjadi terobosan penting bagi layanan kesehatan di daerah karena pasien tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di luar wilayah untuk mendapatkan tindakan tersebut.
Direktur RSUD dr R Soetrasno Rembang, dr Samsul Anwar menyampaikan bahwa persetujuan layanan cath lab yang masuk dalam skema BPJS Kesehatan merupakan pencapaian besar, terutama bagi rumah sakit tipe C.
"Pelayanan cath lab ini alhamdulillah bisa di-cover
BPJS Kesehatan. Ini se-Indonesia hanya 35 rumah sakit yang di-cover. Dan alhamdulillah bisa di-acc
BPJS Kesehatan, dengan perjuangan yang sangat lama," ujarnya, Jumat.
Ia menegaskan, hadirnya layanan ini akan mempercepat penanganan pasien penyakit jantung di Rembang dan sekitarnya, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke daerah lain.
Selain untuk kasus jantung, fasilitas cath lab juga dapat digunakan untuk penanganan stroke akibat sumbatan maupun perdarahan pembuluh darah sehingga pasien dapat ditangani lebih cepat di daerah.
"Kelanjutannya nanti, untuk pasien stroke dengan sumbatan atau pendarahan juga bisa ditangani lebih cepat di Kabupaten Rembang. Ini suatu berkah buat kita," tambahnya.
Di wilayah eks Karesidenan Pati,
RSUD Rembang menjadi satu-satunya rumah sakit yang mendapatkan persetujuan layanan cath lab dengan pembiayaan
BPJS Kesehatan.
Sementara di Jawa Tengah, hanya terdapat lima rumah sakit yang telah memiliki layanan tersebut, yakni di Semarang, Kendal, Banyumas, Jepara, dan Rembang.
Samsul juga menyebut,
RSUD Rembang menjadi satu-satunya rumah sakit tipe C di Jawa Tengah yang berhasil memperoleh persetujuan layanan cath lab
BPJS Kesehatan, sementara rumah sakit lain umumnya merupakan tipe B dengan fasilitas lebih lengkap.
"Tapi yang tipe C hanya Kabupaten Rembang. Lainnya tipe B, rumah sakit yang sudah canggih-canggih. Ini suatu anugerah dan berkah bagi masyarakat Rembang," pungkasnya. (R)