Wakil Kepala BGN Tinjau Pelaksanaan Program MBG di SMAN 28 Jakarta

Administrator - Sabtu, 23 Mei 2026 11:33 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya melakukan kunjungan langsung ke SMAN 28 Jakarta untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan optimal.

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya melakukan kunjungan langsung ke SMAN 28 Jakarta untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Sony mengecek kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi, hingga respons para siswa penerima manfaat program. Dari hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan MBG dinilai berjalan baik dan mendapat sambutan positif dari mayoritas siswa.

"Tujuan kami datang langsung untuk memastikan distribusi MBG benar-benar sampai kepada peserta didik, melihat kualitas makanan, serta memastikan ketepatan waktu pendistribusiannya. Dari hasil pengamatan langsung di lapangan, alhamdulillah semuanya berjalan baik," ujar Sony kepada media.

Sony juga mengapresiasi sistem distribusi makanan di sekolah yang dinilai tertib serta evaluasi rutin yang dilakukan pihak sekolah demi menjaga kualitas layanan program.

Ia menjelaskan, dari total 750 siswa di SMAN 28 Jakarta, sebanyak 641 siswa awalnya menyatakan bersedia menerima program MBG melalui proses pendataan yang dilakukan secara terbuka dan demokratis. Setelah dilakukan evaluasi lanjutan, tercatat 518 siswa aktif menerima MBG setiap harinya.

Menurut Sony, pelaksanaan program di sekolah tersebut menjadi contoh penerapan MBG yang berjalan secara demokratis tanpa adanya paksaan bagi siswa yang tidak ingin menerima program.

"Yang tidak ingin menerima tidak dipaksakan, sedangkan yang menerima alhamdulillah tetap menikmati program ini dengan baik. Bahkan tadi saya juga makan bersama para siswa," katanya.

Selain meninjau program makan bergizi, Sony turut mengapresiasi budaya pengelolaan lingkungan yang diterapkan di SMAN 28 Jakarta. Ia menilai sekolah tidak hanya fokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga mengedukasi siswa mengenai pengelolaan sampah makanan secara berkelanjutan.

Berbagai inovasi lingkungan yang diterapkan sekolah, seperti budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik, pembuatan kompos menggunakan cairan komposer, produksi ekoenzim, hingga pengembangan hidroponik, dinilai menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan bagi siswa.

"Ini luar biasa. Jadi bukan hanya menerima MBG, tetapi siswa juga diajarkan bagaimana mengelola sampah makanan dan buah-buahan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ada budidaya maggot, kompos, ekoenzim hingga hidroponik. Ini pendidikan karakter dan lingkungan yang sangat baik," tutup Sony. (DKI1)

Editor
: EM Bukit MKes

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemprov Sumut Siapkan Rumah Sakit Bertaraf Internasional untuk Pasien BPJS di Medan

Kesehatan

RSUD Margono Soekarjo Ditarget Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya

Kesehatan

RS Kardiologi Emirates Indonesia Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

Kesehatan

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Virus Hanta, Indonesia Belum Temukan Kasus HPS

Kesehatan

BUMDes Sisordak Didorong Jadi Pemasok Program MBG di Taput

Kesehatan

Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat