Palembang (Buser online.com) - Polda Sumatera Selatan bersama Divisi Humas Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino tahun 2026 melalui langkah mitigasi terpadu guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis pangan, hingga potensi gangguan sosial di wilayah Sumatera Selatan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dialog publik bertema "Strategi Pencegahan dan Mitigasi Dampak Bencana El Nino di Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Keamanan Masyarakat" yang digelar di Palembang, Selasa.
Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor dengan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, hingga pemangku kepentingan sektor lingkungan dan perkebunan untuk menyusun langkah bersama menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem.
Dalam forum tersebut dibahas penguatan sistem mitigasi dan peringatan dini guna menekan risiko
karhutla, menjaga ketahanan pangan, serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Pengawasan kawasan gambut dan edukasi publik terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar turut menjadi perhatian utama.
Langkah mitigasi ini sejalan dengan implementasi program Presisi Kapolri dan kebijakan prioritas Presiden Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, perlindungan lingkungan hidup, serta ketahanan sosial masyarakat.
Guru Besar Universitas Sriwijaya Prof Dr Ishak Iskandar MSc memaparkan analisis klimatologi terkait pola pergeseran curah hujan akibat El Nino.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Dr Muhammad Iqbal Alisyahbana SSTP MM menjelaskan strategi penanganan kedaruratan bencana di wilayah rawan karhutla.
Paparan lainnya disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel Herdi Apriansyah SSTP MM serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Sumsel Herlan Kagami SP MSi, terkait restorasi lingkungan dan penguatan sektor perkebunan menghadapi musim kemarau panjang.
Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir SIK MTCP dalam amanat tertulis yang dibacakan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko SIK MIKom menegaskan bahwa perubahan iklim global merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi bersama.
"Polri berkomitmen mengedepankan komunikasi publik yang transparan dan penguatan kerja sama lintas sektor. Kami tidak dapat bekerja sendiri, dukungan penuh dari dunia usaha, tokoh masyarakat, dan generasi muda sangat dibutuhkan untuk membangun budaya menjaga lingkungan tanpa membakar," ujar Brigjen Pol Trunoyudo.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya SIK MH yang hadir mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MHum menegaskan kesiapan jajaran Polda Sumsel dalam mendukung kebijakan pencegahan karhutla secara terpadu.
"Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Melalui dialog ini, seluruh elemen menyamakan persepsi agar tindakan preventif dan penegakan hukum terkait pencegahan
karhutla berjalan selaras dan berdampak nyata," kata Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan perumusan roadmap kolaboratif yang akan menjadi acuan operasional satgas terpadu penanganan El Nino dan karhutla di wilayah Sumatera Selatan. (R)