Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperkuat pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing (WNA) seiring tingginya realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah tersebut.
Dilansir dari laman Jatengprov, langkah itu dilakukan guna menjaga stabilitas daerah dan mengantisipasi munculnya keluhan masyarakat terkait keberadaan tenaga kerja asing (TKA).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pengawasan terhadap orang asing menjadi bagian penting dalam mendukung iklim investasi yang kondusif di Jawa Tengah.
"Pengawasan orang asing itu juga penting, kaitannya dengan PMA kita kan besar jumlahnya. Jadi, pekerja yang keluar dan masuk harus jelas, sehingga tidak ada keluhan publik," ujar Luthfi saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan di Semarang, Rabu.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Jateng bersama jajaran Imigrasi membahas penguatan sinergi pengawasan WNA melalui optimalisasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Pengawasan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, Imigrasi, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.
Menurut Luthfi, pengawasan yang terintegrasi diperlukan agar aktivitas warga negara asing di Jawa Tengah tetap sesuai aturan dan tidak mengganggu kondusivitas wilayah.
Sementara itu, Haryono Agus Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat layanan keimigrasian di Jawa Tengah melalui penambahan kantor imigrasi baru. "Jawa Tengah sekarang memiliki tambahan tiga kantor imigrasi, yakni Blora Kelas I, Purworejo, dan Tegal Kelas II," katanya.