Jakarta (buseronline.com) - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mendorong peningkatan kompetensi pengemudi taksi melalui pelatihan di Indonesia Safety Driving Center (ISDC).
Dilansir dari laman Humas Polri, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan lalu lintas berbasis kolaborasi dengan perusahaan transportasi. Dorongan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama manajemen perusahaan taksi.
Dalam pertemuan itu, Kakorlantas menegaskan bahwa penanganan kecelakaan lalu lintas tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pembinaan serta perbaikan sistem keselamatan secara menyeluruh. "Bukan dalam rangka intervensi, tetapi kolaborasi yang terbaik seperti apa," ujar Agus.
Ia menjelaskan, setiap kecelakaan perlu dikaji secara komprehensif, tidak hanya dari sisi pengemudi, tetapi juga meliputi faktor kendaraan, manajemen perusahaan, hingga kondisi jalan. Evaluasi bersama dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Selain itu, Agus menyoroti pentingnya pencatatan rekam jejak pengemudi atau traffic attitude record yang terintegrasi dengan perusahaan transportasi. Melalui sistem ini, perusahaan dapat memantau perilaku pengemudi, termasuk riwayat pelanggaran serta tingkat kepatuhan di jalan. "Kita punya ISDC, nanti pengemudi bisa dilatih kembali agar lebih baik," katanya.
Menurutnya, pelatihan ulang menjadi langkah penting untuk memastikan kompetensi dan perilaku berkendara tetap sesuai dengan standar keselamatan. Program tersebut juga diharapkan menjadi model kerja sama antara
Korlantas Polri dan perusahaan transportasi.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa kepatuhan berlalu lintas harus menjadi budaya bersama. Meski penegakan hukum tetap berjalan, fokus utama diarahkan pada pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
"Yang kami banggakan bukan penegakan hukum, tetapi ketika pengguna jalan sadar akan keselamatan dan disiplin berlalu lintas," ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Korlantas Polri berharap tercipta sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. (R)