Jakarta (buseronline.com) - Jajaran Pasukan Gegana dari Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Lokakarya Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN) Tahun 2026 di Savero Hotel, Sabtu.
Dilansir dari laman
Humas Polri, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi ancaman global yang semakin kompleks.
Lokakarya berskala nasional tersebut diikuti oleh seluruh Komandan Detasemen (Danden) Gegana dari berbagai daerah di Indonesia.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperdalam pemahaman terkait ancaman KBRN, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengoptimalkan penerapan prosedur operasional standar di lapangan.
Dalam kegiatan itu, sejumlah pakar dan pejabat dari berbagai instansi hadir memberikan pemaparan. Dr Eka Djatnika Nugraha dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam memahami potensi ancaman radioaktif, sekaligus mengedepankan mitigasi berbasis teknologi mutakhir.
Sementara itu, Ir Eko Pratikto dari Federasi Industri Kimia Indonesia menyoroti pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian dan sektor industri dalam pengelolaan bahan kimia berbahaya guna mencegah potensi penyalahgunaan.
Dari sisi lingkungan, Edward Nixon Pakpahan dari Kementerian Lingkungan Hidup memaparkan dampak signifikan insiden KBRN terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan penanganan yang terintegrasi.
Para narasumber sepakat bahwa penanggulangan ancaman KBRN tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas instansi, kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni, serta dukungan teknologi yang tepat guna.
Melalui kegiatan ini, Polri berharap personel Gegana semakin profesional dan responsif dalam menghadapi berbagai skenario ancaman KBRN, sekaligus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. (R)