Jakarta (buseronline.com) - Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam mendorong integritas dan transparansi di berbagai sektor kehidupan.
Dilansir dari laman
KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi (
KPK) menilai semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak hanya relevan dalam memperjuangkan kesetaraan gender, tetapi juga sejalan dengan upaya membangun masyarakat bebas
korupsi.
Perempuan dinilai memiliki posisi krusial sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Nilai kejujuran, keberanian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan perempuan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.
Kepala Biro Humas
KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menegaskan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten. Ia menyebut integritas seorang pemimpin akan tercermin dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
"Sebagai pimpinan perempuan, saya meyakini integritas pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi timnya. Namun, tantangan menjaga integritas tidak hanya hadir di lingkungan kerja," ujar Yuyuk di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan, meskipun integritas telah menjadi budaya di lingkungan
KPK, tantangan justru kerap muncul di lingkungan keluarga dan ruang sosial lainnya, di mana konsistensi nilai benar-benar diuji. "Ketika kita konsisten antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan, maka integritas akan tetap terjaga," tambahnya.
Senada, Direktur Jejaring Pendidikan (Jardik) KPK, Dian Novianti menekankan bahwa integritas merupakan komitmen yang harus dijalankan setiap waktu. "Menjaga integritas adalah komitmen 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. Integritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsistensi perilaku," ujarnya.
Sementara itu, seniman Widi Mulia dalam Podcast Kanal
KPK menyampaikan bahwa nilai-nilai Kartini tetap hidup dan relevan hingga kini. Ia menilai sosok Kartini masa kini adalah perempuan yang berani berbagi akses dan menolak
korupsi.
"Menjadi Kartini bukan soal menjadi sempurna, melainkan keberanian berkontribusi dan menjaga integritas dalam setiap peran," tuturnya.
Menurut Widi, pembentukan integritas dimulai dari lingkup paling dasar, yakni keluarga. Nilai kejujuran dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini akan membangun karakter anti
korupsi.
KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, perempuan memiliki peran penting melalui pendidikan, advokasi, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui semangat
Hari Kartini,
KPK mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat integritas demi mewujudkan Indonesia yang lebih adil, transparan, dan bebas dari
korupsi. (R)