Hari Kartini Jadi Momentum Penguatan Peran Perempuan dalam Gerakan Antikorupsi

Heri - Sabtu, 25 April 2026 12:50 WIB
Peringati Hari Kartini.

Jakarta (buseronline.com) - Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam mendorong integritas dan transparansi di berbagai sektor kehidupan.

Dilansir dari laman KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak hanya relevan dalam memperjuangkan kesetaraan gender, tetapi juga sejalan dengan upaya membangun masyarakat bebas korupsi.

Perempuan dinilai memiliki posisi krusial sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Nilai kejujuran, keberanian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan perempuan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menegaskan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten. Ia menyebut integritas seorang pemimpin akan tercermin dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

"Sebagai pimpinan perempuan, saya meyakini integritas pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi timnya. Namun, tantangan menjaga integritas tidak hanya hadir di lingkungan kerja," ujar Yuyuk di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, meskipun integritas telah menjadi budaya di lingkungan KPK, tantangan justru kerap muncul di lingkungan keluarga dan ruang sosial lainnya, di mana konsistensi nilai benar-benar diuji. "Ketika kita konsisten antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan, maka integritas akan tetap terjaga," tambahnya.

Senada, Direktur Jejaring Pendidikan (Jardik) KPK, Dian Novianti menekankan bahwa integritas merupakan komitmen yang harus dijalankan setiap waktu. "Menjaga integritas adalah komitmen 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. Integritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsistensi perilaku," ujarnya.

Sementara itu, seniman Widi Mulia dalam Podcast Kanal KPK menyampaikan bahwa nilai-nilai Kartini tetap hidup dan relevan hingga kini. Ia menilai sosok Kartini masa kini adalah perempuan yang berani berbagi akses dan menolak korupsi.

"Menjadi Kartini bukan soal menjadi sempurna, melainkan keberanian berkontribusi dan menjaga integritas dalam setiap peran," tuturnya.

Menurut Widi, pembentukan integritas dimulai dari lingkup paling dasar, yakni keluarga. Nilai kejujuran dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini akan membangun karakter antikorupsi.

KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, perempuan memiliki peran penting melalui pendidikan, advokasi, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui semangat Hari Kartini, KPK mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat integritas demi mewujudkan Indonesia yang lebih adil, transparan, dan bebas dari korupsi. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar

Hukum & Peristiwa

KPK Soroti Praktik Pungli dan Gratifikasi dalam Penerimaan Murid Baru

Hukum & Peristiwa

KPK Lelang 108 Aset Rampasan Korupsi Senilai Rp311 Miliar, Masyarakat Bisa Ikut Open Bidding

Hukum & Peristiwa

KPK: Gratifikasi Ancam Integritas, Kesadaran Antikorupsi Harus Diperkuat

Hukum & Peristiwa

KPK Tanamkan Budaya Antikorupsi kepada Pelajar Lewat ACFFEST

Hukum & Peristiwa

KPK Terbitkan SE Pencegahan Korupsi dalam SPMB 2026