Semarang (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026.
Dilansir dari laman Humas Polri, penegasan tersebut disampaikan saat membuka agenda Analisa dan Evaluasi (Anev)
Operasi Ketupat 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.
Dalam arahannya, Agus menyebut pelaksanaan Operasi Ketupat menunjukkan tren positif dan mendapat apresiasi dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor.
"Tahun 2025 adalah Operasi Ketupat terbaik menurut Presiden. Karena itu, kunci utamanya adalah kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan yang kuat," ujarnya.
Ia menambahkan, capaian pada Operasi Ketupat 2025 harus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan sinergi yang terus diperkuat, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dinilai berjalan lancar. "Alhamdulillah Operasi Ketupat 2026 bisa sukses. Ini kontribusi semua pihak, termasuk media massa," katanya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa konsep Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga mencakup stabilitas sosial serta kenyamanan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.
"Negara hadir melalui seluruh stakeholder untuk memastikan kondisi sosial dan spiritual masyarakat tetap aman, kondusif, dan khusyuk selama bulan suci," jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus berkontribusi maksimal demi menciptakan mudik yang aman, tertib, dan lancar. Hasil evaluasi dalam forum Anev diharapkan mampu melahirkan solusi serta inovasi untuk pengamanan Lebaran di masa mendatang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muchtasyar, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. (R)