Rembang (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mendorong Fatayat Nahdlatul Ulama agar terus konsisten dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Festival Seni dan Halalbihalal dalam rangka Harlah ke-76 PC
Fatayat NU Rembang di
Pantai Karangjahe, Kabupaten Rembang, Minggu.
Menurut Nawal, Fatayat NU selama ini memiliki peran penting dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, baik melalui langkah pencegahan maupun penanganan kasus.
Peran tersebut diwujudkan melalui edukasi kepada masyarakat, pendampingan hukum bagi korban, serta berbagai program pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.
"Fatayat justru banyak fokus pada bagaimana pemberdayaan perempuan, dan paralegal juga sudah lebih dulu diadakan di Fatayat," ujarnya dilansir dari laman Jatengprov.
Berdasarkan data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang, tercatat delapan kasus kekerasan terhadap perempuan dan 16 kasus kekerasan terhadap anak di wilayah tersebut.
Secara statistik, angka kekerasan terhadap perempuan di Rembang menjadi yang terendah keempat di Jawa Tengah, sementara kasus kekerasan anak berada di posisi terendah ketiga di tingkat provinsi.
Nawal menilai capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk
Fatayat NU yang konsisten mengawal isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Ia pun mengajak kader Fatayat NU untuk terus memperkuat peran tersebut agar upaya perlindungan semakin membumi dan dirasakan luas oleh masyarakat.
"Maka bagaimana caranya Fatayat ini lebih membumi kembali. Saya mengajak kader-kader Fatayat untuk memiliki kekuatan ketulusan nilai," katanya.
Selain itu, Fatayat NU juga didorong untuk terlibat dalam program Kecamatan Berdaya yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Program tersebut mencakup Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) yang menyediakan layanan pendampingan bagi korban kekerasan.
Dalam kesempatan yang sama, Nawal mengapresiasi penyelenggaraan Festival Seni yang menampilkan kreativitas kader
Fatayat NU Rembang. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan.
"Harapannya tambah produktif disertai dengan spiritualitas yang luar biasa, Fatayat NU semoga semakin maju, berdaya, berdampak, dan mendunia," pungkasnya. (R)