Sugapa (buseronline.com) - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat dalam tradisi bakar batu yang digelar di Gereja Antiokhia, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin. Dilansir dari laman Humas Polri, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 hadir tidak hanya untuk mengamankan kegiatan, tetapi juga berbaur langsung dengan masyarakat.
Sejak pagi, personel melaksanakan apel persiapan sebelum bergerak ke lokasi. Setibanya di gereja, mereka menyapa warga, memantau jalannya prosesi adat, serta memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Di sela pengamanan, personel terlihat berinteraksi dengan warga. Kehadiran aparat secara humanis menciptakan rasa nyaman dan mempererat hubungan sosial antara Satgas dan masyarakat.
Tradisi bakar batu, bagian dari kearifan lokal masyarakat Papua, berlangsung hingga sore hari dengan tertib. Warga mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat, sementara Satgas tetap siaga untuk menjaga keamanan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani menekankan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis. "Kami mendorong personel untuk hadir berbaur, membangun kedekatan dengan masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan," ujarnya.
Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi sarana memperkuat kepercayaan antara aparat dan warga. "Tradisi bakar batu adalah bagian dari budaya yang perlu dijaga bersama," katanya.
Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan adat, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat Papua, sehingga tercipta situasi yang aman dan harmonis. (R)