Banjarmasin (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho meresmikan operasional Safety Driving Center (SDC) Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Rabu.
Dilansir dari laman Humas Polri, dalam sambutannya, Agus menyebut kehadiran SDC merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.
"Kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kehadiran SDC ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi pengemudi," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa faktor manusia, khususnya kemampuan pengemudi, masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan. Melalui SDC, masyarakat dapat memperoleh pelatihan berkendara secara teori maupun praktik dengan dukungan instruktur profesional.
"Semoga masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan pada umumnya dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk berlatih, baik dari sisi teori maupun praktik," katanya.
Selain sebagai sarana peningkatan keselamatan, SDC juga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan tenaga pengemudi profesional. Agus mengungkapkan adanya peluang kerja sama dengan perusahaan luar negeri, termasuk dari Jepang, yang membutuhkan tenaga pengemudi asal Indonesia.
"Kami akan lakukan pengkajian, karena ada perusahaan besar di Jepang yang akan merekrut sekitar 30.000 tenaga driver dari Indonesia. Kalimantan Selatan berpeluang untuk ikut ambil bagian melalui pelatihan di sini," jelasnya.
Menurutnya, fasilitas SDC Ditlantas Polda Kalsel saat ini sudah mendekati standar ideal, baik dari segi sarana maupun kualitas instruktur. Korlantas Polri pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan guna menyempurnakan fasilitas tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kakorlantas juga menyerahkan Pin dan Sertifikat Safety Riding and Driving dari Bukit Batok Driving Centre kepada para instruktur SDC Ditlantas Polda Kalsel.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, serta sejumlah pejabat dan stakeholder terkait lainnya. (R)