Jakarta (buseronline.com) - Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen Pol Prianto menekankan pentingnya integritas dalam pelaporan kinerja serta pemeliharaan aset negara kepada seluruh personel.
Dilansir dari laman Humas Polri, arahan tersebut disampaikan saat apel pagi di Lapangan National Traffic Management Centre (NTMC), Senin.
Dalam arahannya, Prianto menyoroti ketidaksinkronan data kehadiran personel yang selama ini dinilai hanya sebatas pemenuhan administratif.
Ia mengaku turun langsung melakukan pengecekan jumlah kehadiran saat apel dan menemukan adanya selisih data yang cukup signifikan.
"Saya sengaja mengecek jumlah personel karena yakin selama ini laporan itu hanya formalitas. Saat dicek, jumlahnya masih berbeda, ada selisih 18 sampai 20 orang. Ini yang harus kita perbaiki," tegasnya.
Meski menekankan kedisiplinan, Prianto tetap mengedepankan pendekatan humanis. Ia menyatakan bahwa personel diperbolehkan tidak mengikuti apel apabila memiliki alasan yang jelas, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Tidak harus apel wajib jika memang berhalangan, yang penting ada keterangannya dan jangan dibuat-buat," ujarnya.
Menurutnya, kejujuran dalam pelaporan sangat penting agar pimpinan dapat memetakan kekuatan riil personel di lapangan secara akurat.
Selain aspek sumber daya manusia, Prianto juga menyoroti manajemen inventaris, khususnya pada unit Patroli Jalan Raya (PJR).
Ia meminta kepastian terkait jumlah dan kondisi kendaraan operasional guna memastikan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas pendukung di NTMC turut menjadi perhatian, terutama videotron yang dilaporkan belum berfungsi optimal.
Ia menginstruksikan bagian terkait untuk segera melakukan pengecekan, mengingat fasilitas tersebut masih tergolong baru dan seharusnya dapat menunjang operasional harian.
Pascarampungnya Operasi Ketupat 2026, seluruh jajaran diminta untuk kembali fokus pada agenda rutin yang sempat tertunda. Hal itu meliputi percepatan pengadaan barang dan jasa serta penyelesaian temuan dari pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik).
Di akhir arahannya, Prianto mengingatkan bahwa setiap kegiatan, sekecil apa pun, tetap memerlukan perhatian dan kewaspadaan.
"Kegiatan kita banyak, jangan sampai kita acuh tak acuh. Kelihatannya sepele, tapi jika terjadi sesuatu bisa menjadi masalah besar," tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota untuk lebih teliti dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas demi menjaga muruah institusi. (R)