Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Polri Ungkap Peredaran Daging Domba Impor Kedaluwarsa di Tangerang

Agie HT Bukit SH - Kamis, 19 Maret 2026 01:00 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/03/IMG-20260318-WA0011.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Petugas Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers pengungkapan kasus peredaran daging domba impor kedaluwarsa di Tangerang, Senin (16/3/2026). (Dok/Humas Polri)
Tangerang (buseronline.com) - Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan pangan terkait peredaran daging domba impor kedaluwarsa di wilayah Tangerang. Dilansir dari laman Humas Polri, pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di gudang PT Lang-Lang Buana, Cikupa, Senin.Dalam konferensi pers, Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan penjualan daging domba karkas impor asal Australia yang telah melewati masa kedaluwarsa.Informasi tersebut menjadi perhatian serius aparat, terlebih menjelang Idulfitri saat kebutuhan pangan meningkat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap distribusi daging.Hasilnya, petugas mengamankan tiga unit truk yang membawa daging domba impor kedaluwarsa dengan total berat sekitar 9 ton yang rencananya akan diedarkan ke masyarakat.Pengembangan kasus kemudian dilakukan di dua gudang di wilayah Batuceper dan Cikupa. Dari lokasi tersebut, ditemukan tambahan barang bukti sehingga total daging yang diamankan mencapai 12,9 ton.Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Setyo K Heriyatno menyebutkan, penyidik telah memeriksa 10 orang saksi yang terdiri dari penjual, perantara, pembeli, hingga sopir dan kenek. Selain itu, uji laboratorium terhadap sampel daging menunjukkan kondisi yang tidak layak konsumsi.“Hasil pengujian menunjukkan warna daging tidak normal, berbau apek dan tengik, serta memiliki tingkat keasaman di atas batas normal. Dengan kondisi tersebut, daging tidak layak diedarkan maupun dikonsumsi,” ujarnya.Berdasarkan hasil penyidikan, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni IY sebagai penjual, T dan AR sebagai perantara, serta SS sebagai pembeli yang kembali menjual daging ke pedagang pasar.Para tersangka diketahui memperoleh daging tersebut sejak tahun 2022. Sebagian telah terjual, sementara sisa yang telah kedaluwarsa tetap diperjualbelikan sejak April 2024 dengan harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Pangan, dan Undang-Undang Perdagangan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda hingga Rp2 M.Bareskrim Polri menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan serta penegakan hukum terhadap peredaran pangan tidak layak konsumsi, khususnya menjelang hari besar keagamaan, guna melindungi masyarakat dari risiko kesehatan. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

Sejumlah Gunung Masih Siaga, Abu Anak Krakatau Terdeteksi hingga Jakarta

Hukum & Peristiwa

Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

Hukum & Peristiwa

KPK Kawal Pembenahan Tata Kelola ASDP Pascapenindakan

Hukum & Peristiwa

Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Dapat Pengobatan Gratis

Hukum & Peristiwa

20 Sekolah di Kabupaten Bekasi Selesai Jalani Verifikasi Adiwiyata 2026

Hukum & Peristiwa

Kemenkes dan OJK Perkuat Pembiayaan Kesehatan melalui Kolaborasi Asuransi dan Rumah Sakit