Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mulai melaksanakan Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.Dilansir dari laman Humas Polri, operasi terpusat ini tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran berlangsung aman dan lancar.Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan Operasi Ketupat dimulai setelah Kapolri memimpin Apel Gelar Pasukan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis.“Operasi Ketupat besok sudah dimulai dan malam ini sudah insert. Operasi ini bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, tetapi bagaimana Polri hadir memastikan momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri semuanya aman,” ujar Agus.Ia menjelaskan, Operasi Ketupat 2026 mencakup lima klaster utama pengamanan, yakni jalan tol, jalan arteri, kawasan penyeberangan pelabuhan, simpul transportasi seperti terminal, bandara dan stasiun, serta tempat ibadah dan destinasi wisata.“Semua skenario cara bertindak sudah dirumuskan bersama stakeholder. Harapannya Operasi Ketupat tahun ini dapat berjalan lebih baik dengan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” katanya.Selain pengamanan arus mudik, Polri juga menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan bagi masyarakat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bahkan menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada tiga Polda yang sebelumnya terdampak bencana.“Setiap Polda mendapatkan 50 kendaraan untuk mendukung pelayanan Operasi Ketupat, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau,” ujar Sigit.Ia menegaskan, kehadiran anggota Polri dalam Operasi Ketupat tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman hingga kembali ke tempat asalnya.“Kehadiran anggota Polri harus menjamin masyarakat berangkat mudik dengan aman, sampai tujuan dengan aman dan bahagia, serta kembali juga dengan selamat,” katanya.Dalam pelaksanaannya, Korlantas Polri juga memanfaatkan dukungan teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Pemantauan dilakukan menggunakan drone, kamera pengawas, hingga body camera yang digunakan anggota di lapangan.Terkait rekayasa lalu lintas, Agus menyebut penerapan sistem contraflow dan one way akan dilakukan secara situasional berdasarkan parameter jumlah kendaraan yang terpantau melalui sistem traffic counting.Jika volume kendaraan di jalan tol mencapai 5.500 kendaraan per jam, maka akan diterapkan contraflow satu lajur. Apabila meningkat hingga 6.500 kendaraan per jam, contraflow akan diperluas menjadi dua lajur.“Jika kondisi masih padat, maka akan diberlakukan one way tahap pertama dari kilometer 70 hingga kilometer 236 menuju Jawa Tengah untuk mengurai kepadatan arus kendaraan,” jelasnya.Selain di jalan tol, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sejumlah jalur wisata dan arteri. Di kawasan Gadog, misalnya, akan diberlakukan sistem one way menuju Puncak pada pagi hari saat akhir pekan dan akan dievaluasi kembali pada sore hari sesuai kondisi lalu lintas.Pengaturan serupa juga disiapkan di jalur Bogor-Sukabumi (Bocimi) hingga sejumlah titik rawan kepadatan lainnya, termasuk kawasan wisata di Malang Raya serta simpul pertemuan arus kendaraan di Mengkreng, Jawa Timur.Polri berharap melalui berbagai kesiapan tersebut, pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, serta menghadirkan perjalanan mudik yang nyaman bagi masyarakat. (R)