Tanjungpinang (buseronline.com) - Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri melaksanakan riset strategis di Polda Kepulauan Riau guna memperkuat kapasitas kepolisian dalam penanganan konflik sosial dan mendukung program ketahanan pangan nasional.Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Kepri, Senin. Dilansir dari laman Humas Polri, riset ini menitikberatkan pada dua fokus utama.Pertama, optimalisasi penggunaan Alat Material Khusus (Almatsus) Pengendalian Massa (Dalmas) dalam menghadapi potensi unjuk rasa yang berujung konflik.Kedua, penguatan peran Polri dalam mendukung swasembada pangan sesuai peta jalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri, Guno Pitoyo, bersama narasumber dari Universitas Indonesia, Suryadi, menegaskan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana teknis di lapangan.Penggunaan helm, tameng, hingga kendaraan taktis seperti Water Cannon (AWC) dan Armoured Personnel Carrier (APC) dinilai harus selaras dengan pendekatan persuasif dan menjunjung tinggi prinsip Hak Asasi Manusia (HAM). Selain penguatan aspek pengamanan, penelitian juga mengkaji transformasi peran kepolisian sebagai fasilitator ketahanan pangan.Di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik kepulauan dan perbatasan, Polri didorong aktif dalam pemanfaatan pekarangan bergizi, optimalisasi lahan produktif, serta pengawasan distribusi pangan agar tetap stabil.Salah satu langkah konkret yang dibahas adalah rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian. Program ini diharapkan menjadi ujung tombak Polri dalam mendampingi kelompok tani, khususnya di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.Mewakili Kapolda Kepri, Andy Pramudya Wardana menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan riset tersebut. Ia berharap hasil penelitian dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dalam meningkatkan efektivitas penggunaan Almatsus Dalmas sekaligus mendukung stabilitas wilayah produksi dan distribusi pangan.Penelitian dilakukan secara komprehensif melalui pengisian kuesioner daring dan wawancara mendalam kepada sejumlah satuan kerja internal, mulai dari Ditsamapta, Logistik, hingga Spripim Polda Kepri.Hasil riset ini nantinya akan menjadi rujukan bagi Mabes Polri dalam merumuskan kebijakan strategis terkait sarana prasarana dan pelibatan personel dalam program prioritas pemerintah. (R)