Jakarta (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan para pelaku kejahatan di sektor keuangan bahwa Polri kini meningkatkan perhatian terhadap dinamika pasar modal, khususnya terkait potensi manipulasi harga saham atau yang kerap disebut “saham gorengan”.Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa, Sigit menegaskan bahwa pihaknya terus memantau fluktuasi pasar untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang berpotensi melakukan pelanggaran.“Kita terus perhatikan dan mengikuti bagaimana fluktuasi pasar modal. Kita terus ikuti siapa yang potensial untuk kemudian kita pantau lebih lanjut,” ujar Sigit, dilansir dari laman Humas Polri.Menurutnya, praktik manipulasi saham dapat mengganggu kesehatan pasar investasi nasional dan merusak kepercayaan investor. Karena itu, Polri berupaya memastikan tidak ada permainan curang di pasar modal.“Khususnya terkait dengan tindakan-tindakan yang arahnya ke permainan saham gorengan ya, yang tentunya itu tidak bagus,” tegasnya.Langkah pengawasan tersebut juga bertujuan memberikan perlindungan kepada investor sekaligus menjaga kestabilan ekonomi. Dengan demikian, saham yang memiliki kinerja fundamental baik dapat tumbuh secara wajar.“Di satu sisi kita mendorong untuk saham-saham fundamental terus bisa terjaga dengan baik. Sehingga kemudian fundamental dari pasar saham juga betul-betul bisa terjaga,” tambahnya.Meski begitu, Kapolri menjelaskan bahwa penanganan teknis perkara pidana di bidang pasar modal akan menjadi ranah khusus jajaran reserse. Koordinasi akan terus dilakukan untuk memetakan kemungkinan pelanggaran. “Kalau pengusutan tindak pidana pasar modal, saya kira nanti itu segmen tersendiri ya di Reserse,” jelasnya.Selain membahas pengawasan pasar modal, Rapim Polri 2026 juga menyinggung sejumlah isu strategis lainnya, seperti pengamanan ketahanan pangan, pengawasan lifting minyak, serta langkah antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mendukung agenda pemerintah dalam Rencana Kerja Pemerintah 2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.“Intinya, tentunya kami menyadari bahwa dengan program kerja pemerintah yang menjadi rencana kerja Bapak Presiden ini, kita harapkan Polri bisa mendukung pelaksanaannya dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi,” kata Sigit.Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi hanya dapat berjalan optimal jika stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. “Kolaborasi ini menjadi sangat penting untuk Indonesia bisa menjadi negara yang berdaulat dan sejahtera,” pungkasnya. (R)