Bandung Barat (buseronline.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung proses evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Setiap hari, operasi ini dilaksanakan minimal tiga kali untuk memastikan cuaca kondusif.Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan bahwa pada Kamis (28/1/2026), OMC juga dilakukan sebanyak tiga kali.“Pelaksanaan OMC dilakukan sesuai kebutuhan. Kalau perlu lagi OMC lebih dari tiga kali, bisa dilakukan,” ujarnya saat ditemui di Desa Pasirlangu, Jumat (29/1/2026).OMC dilakukan dengan menaburkan kapur tohor atau kalsium oksida (CaO) di awan yang berada dalam fase pertumbuhan. Kapur tohor akan menghasilkan panas yang mengganggu perkembangan awan sehingga hujan dapat tertunda. Menurut Teguh, penerapan teknik ini dapat mengurangi hujan hingga 30 persen.Menurut Teguh, potensi pertumbuhan awan di kawasan longsor tergolong sangat tinggi karena saat ini puncak musim hujan. BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi turun hingga sepekan ke depan, sehingga operasi modifikasi cuaca menjadi strategi penting untuk meminimalisasi gangguan cuaca.Dilansir dari laman Humas Jabar, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa OMC sangat penting agar proses evakuasi korban di Desa Pasirlangu berjalan lancar.“Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap proses evakuasi. Hujan turun akan menghambat proses evakuasi,” ujarnya.Dengan pelaksanaan OMC secara rutin, pihak berwenang berharap kondisi cuaca lebih aman, sehingga tim evakuasi dapat bekerja lebih efektif untuk menyelamatkan korban dan mengevakuasi lokasi terdampak longsor. (R)