Padang (buseronline.com) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X berkolaborasi dengan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri menggelar sosialisasi pencegahan terorisme di lingkungan perguruan tinggi, Senin.Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 LLDIKTI Wilayah X, Padang, dan diikuti perwakilan perguruan tinggi swasta se-Sumatera Barat.Direktur Pencegahan Densus 88 AT Polri yang diwakili Kasubdit Kontra Radikal, Kombes Pol Joko Dwi Harsono menyampaikan kebijakan pencegahan terorisme bagi perguruan tinggi swasta. Ia menegaskan kampus memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir serta karakter generasi muda.Menurutnya, upaya pencegahan terorisme tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara aparat keamanan dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam menangkal penyebaran paham radikal.“Kampus merupakan benteng ideologis yang berperan menjaga nilai kebangsaan, toleransi, dan kebhinekaan,” ujar Kombes Pol Joko Dwi Harsono.Ia menjelaskan Densus 88 AT Polri tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga fokus pada langkah pencegahan melalui edukasi, peningkatan literasi kebangsaan, serta penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi.Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya melindungi lingkungan kampus dari infiltrasi paham intoleran, radikal, dan ekstrem. Perguruan tinggi diharapkan menjadi ruang aman bagi pengembangan pemikiran kritis yang berlandaskan nilai Pancasila dan kebhinekaan.Kolaborasi antara LLDIKTI Wilayah X dan Satgaswil Densus 88 AT Polri Sumatera Barat dinilai sebagai bentuk nyata sinergitas dalam mendukung kebijakan nasional pencegahan terorisme. Kerja sama tersebut ditargetkan untuk memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai garda terdepan antiradikalisme.Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah X mengapresiasi dukungan dan kerja sama Densus 88 AT Polri, khususnya Satgaswil Sumatera Barat. Ia menilai kolaborasi ini strategis dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, moderat, dan kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan.Melalui kegiatan ini, pimpinan dan pengelola perguruan tinggi swasta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait peran dan tanggung jawab dalam melakukan deteksi dini penyebaran paham radikal.Sosialisasi ini juga menjadi upaya memperkuat komitmen bersama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kegiatan berlangsung lancar dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Forum tersebut dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi mengenai strategi pencegahan radikalisme di lingkungan kampus masing-masing. (R)