Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kakorlantas Terima Audiensi Kompolnas, Tegaskan Operasi Ketupat 2026 Lebih Humanis

Agie HT Bukit SH - Rabu, 21 Januari 2026 01:00 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum saat menerima audiensi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di ruang rapat Korlantas Polri, Senin (19/1/2026).
Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum menerima audiensi rencana kerja dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Korlantas Polri, Senin.Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas pengaturan arus mudik dan balik. Menurutnya, Operasi Ketupat merupakan momentum kehadiran Polantas Polri secara nyata dalam melayani masyarakat serta menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).“Operasi Ketupat bukan sekadar operasi mudik dan balik, bukan hanya operasi lalu lintas, tetapi ini waktunya Polantas Polri hadir untuk melayani masyarakat, meyakinkan bahwa harkamtibmas terjaga, peristiwa kasus-kasus menonjol kondusif, serta mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar,” ujar Irjen Pol Agus.Kakorlantas menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 telah berjalan cukup baik, terutama dengan adanya perubahan cara bertindak (CB) yang dinilainya revolusioner. Meski demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam pengelolaan arus mudik.Menurutnya, pengambilan keputusan dalam manajemen lalu lintas kini tidak lagi mengandalkan insting, melainkan berbasis data dan teknologi. “Operasi Ketupat 2025 cukup bagus karena adanya revolusioner cara bertindak. Kita mengelola lompatan arus mudik dengan parameter teknologi, bukan feeling. Tahun ini harus kita evaluasi lagi,” jelasnya.Lebih lanjut, Irjen Pol Agus menyampaikan terdapat lima klaster utama yang menjadi perhatian dalam Operasi Ketupat, yakni jalur arteri, jalan tol, penyeberangan, terminal, bandara, dan stasiun. Selain itu, aktivitas di tempat ibadah dan destinasi wisata juga diprediksi akan meningkatkan pergerakan masyarakat dan kendaraan.“Ada lima klaster yang harus kita kelola, arteri, jalan tol, penyeberangan, terminal, bandara, dan stasiun. Ini pasti menimbulkan bangkitan arus yang luar biasa. Kepadatan dan perlambatan itu wajar, tetapi jika terjadi kemacetan, di situlah manajemen lalu lintas harus kita atur,” tegasnya.Menyongsong Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas menegaskan pendekatan yang akan diterapkan lebih humanis dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Dalam penegakan hukum lalu lintas, Korlantas Polri berkomitmen mengoptimalkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).“Untuk Operasi Ketupat 2026, pendekatan kita adalah dekat dengan masyarakat. Penegakan hukum bukan yang utama. Melalui kebijakan ETLE, penegakan hukum dilakukan 95 persen secara elektronik, sementara tilang manual hanya 5 persen,” pungkas Irjen Pol Agus. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia

Hukum & Peristiwa

Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026

Hukum & Peristiwa

Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan

Hukum & Peristiwa

Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda

Hukum & Peristiwa

Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital

Hukum & Peristiwa

Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif