Bekasi (buseronline.com) - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dr Dedi Prasetyo melakukan monitoring arus lalu lintas libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Command Center Tollroad Jasa Marga, Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat siang.Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri Wakapolda Metro Jaya, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya. Monitoring dimulai sekitar pukul 12.30 WIB.Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polri, TNI, serta para pemangku kepentingan atas sinergi dalam mengamankan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Ia menyebutkan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk arus lalu lintas selama periode Nataru, berjalan aman dan kondusif.“Operasi Lilin 2025 yang berakhir pada 2 Januari 2026 akan dilanjutkan dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) hingga 5 Januari 2026. Hal ini untuk mengantisipasi puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026,” ujar Wakapolri.Berdasarkan data sementara, diperkirakan sebanyak 2,9 juta kendaraan keluar dari Jakarta dan sekitar 2,8 juta kendaraan masuk kembali ke Jakarta selama periode Nataru.Hingga saat ini, tercatat sekitar 4,7 juta kendaraan telah keluar-masuk Jakarta melalui empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama.Untuk mengantisipasi kepadatan arus balik, Polri menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, seperti ganjil-genap, contraflow, dan sistem one way.Kebijakan tersebut terus disosialisasikan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar.Selama Operasi Lilin 2025, Polri melibatkan 146.701 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait.Selain itu, disiagakan 2.903 pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu, serta pengamanan terhadap puluhan ribu objek vital di seluruh wilayah.Wakapolri mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik untuk mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan layanan hotline 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan. (R)