Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kabaharkam Usulkan Pengaktifan Kogasgabpad untuk Tangani Bencana di Sumatera dan Aceh

Agie HT Bukit SH - Kamis, 18 Desember 2025 01:00 WIB
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Karyoto memimpin rapat dan menyampaikan usulan pengaktifan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) untuk memperkuat penanganan bencana di wilayah Sumatera dan Aceh.
Jakarta (buseronline.com) - Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Karyoto mengusulkan pengaktifan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) guna memperkuat penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh.Langkah ini dinilai penting agar penanganan bencana berskala luas dapat berjalan dalam satu sistem komando yang terpadu, cepat, dan terukur.Karyoto menyampaikan bahwa sejak awal bencana, seluruh unsur telah bekerja secara optimal di lapangan, mulai dari relawan, pemerintah daerah, petugas kebencanaan, masyarakat, hingga TNI dan Polri.Namun, luasnya wilayah terdampak dan meningkatnya eskalasi bencana membutuhkan mekanisme kerja lintas instansi yang lebih terintegrasi.“Dalam kondisi bencana yang berdampak luas dan lintas wilayah, negara harus memastikan seluruh sumber daya dapat bergerak dalam satu sistem komando yang jelas dan saling mendukung,” ujar Karyoto, dilansir dari laman Humas Polri.Ia menjelaskan, Kogasgabpad bukan mekanisme baru dalam penanganan bencana nasional. Sistem komando terpadu tersebut pernah diterapkan dalam penanganan gempa bumi Nusa Tenggara Barat pada 2018, gempa dan tsunami Palu, Sigi, serta Donggala di Sulawesi Tengah, hingga krisis kesehatan Covid-19 di sejumlah wilayah.Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa komando gabungan terpadu mampu mempercepat pembukaan akses ke wilayah terisolasi, mempermudah mobilisasi logistik, memperjelas pembagian tugas, serta mencegah tumpang tindih kewenangan di lapangan.Karyoto menegaskan bahwa Kogasgabpad tidak menggantikan peran kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah, melainkan menyatukan seluruh kekuatan negara dalam satu kerangka operasi terkoordinasi.Dalam skema tersebut, TNI berfokus pada mobilisasi dan logistik, sementara Polri bertugas menjaga keamanan, membantu penanganan masyarakat terdampak, serta menjaga stabilitas sosial.“Keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Komando terpadu memastikan tidak ada wilayah yang terlewat dan bantuan dapat tersalurkan dengan baik,” tegasnya.Usulan pengaktifan Kogasgabpad ini akan disampaikan secara resmi kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta kementerian dan lembaga terkait untuk dipertimbangkan sesuai peraturan perundang-undangan.Ia berharap, langkah ini dapat membuat penanganan bencana di Sumatera dan Aceh berjalan lebih efektif dan mencerminkan kehadiran negara secara nyata di tengah masyarakat terdampak. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
Sumber
:

Tag:
tni

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

Nottingham Forest Curi Satu Poin di Kandang Ipswich Town

Hukum & Peristiwa

Nice Comeback Dramatis, Kalahkan Brest 2-1 di Ligue 1

Hukum & Peristiwa

Aitor Mañas Selamatkan Alavés dari Kekalahan, Málaga Gagal Bawa Pulang Kemenangan

Hukum & Peristiwa

Prof Muryanto Amin Pimpin ICMI Sumut Periode 2026-2031, Arif Satria Tekankan Kontribusi Cendekiawan

Hukum & Peristiwa

Pemkab Toba Gelar Marpangir 2026, Lestarikan Budaya Batak dan Dorong Wisata Danau Toba

Hukum & Peristiwa

Polri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun di Perairan Asahan