Jakarta (buseronline.com) - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar Dialog Literasi Kebangsaan (DILIBAS) bertema “Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri” di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, Selasa.Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Eko Rudi Sudarto menegaskan bahwa percepatan transformasi birokrasi Polri tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan struktur organisasi.Menurutnya, penguatan integritas dan keberanian moral setiap personel merupakan fondasi terpenting dalam mewujudkan institusi yang profesional.“Reformasi birokrasi harus menyentuh aspek kultural, intelektual, dan moral agar Polri semakin profesional dan dipercaya publik,” ujar Eko dalam sambutannya.Eko menjelaskan bahwa DILIBAS menjadi forum penting untuk memperkuat nilai-nilai profesionalitas, humanisme, dan akuntabilitas di lingkungan kepolisian.Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen STIK dalam mendorong Polri yang adaptif, transparan, dan responsif untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.Acara menghadirkan sejumlah pakar nasional, di antaranya Prof Koentjoro (UGM), Prof Yudi Latif (BPIP), Prof Paulus Wirutomo (UI/PTIK), Prof Edward Omar Sharif Hiariej (Wamenkum), Dr Sarah Nuraini Siregar, dan Dr Phil Panji Anugrah Permana.Para narasumber memaparkan perspektif terkait etika profesi, legitimasi publik, reformasi kelembagaan, hingga pembentukan budaya organisasi yang sehat.Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat utama Mabes Polri, pimpinan STIK, mahasiswa program S1 hingga S3, serta perwakilan dari sepuluh perguruan tinggi di Jakarta.Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis mahasiswa mengenai tantangan moral aparat, pembaruan sistem pemidanaan, kepercayaan publik, hingga pentingnya penguatan community policing.Melalui DILIBAS, STIK menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi kepolisian berbasis pendekatan intelektual, nilai etis, serta pembangunan budaya organisasi yang kuat dan berintegritas. (R)