Bekasi (buseronline.com) - Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Rumah Wasathiyah menggelar kegiatan Roadshow Jamaah Islamiyah dengan tema “Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru, Ideologi Sehat & Moderat” di Hotel Merapi Merbabu, Kota Bekasi, Minggu.Kegiatan tersebut dihadiri oleh 179 peserta, 15 tamu undangan, 6 ummahat, serta 13 peserta yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.Turut hadir sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Ilham Nurhidayat Sandjadirja MH (Kabid IV Baznas DKI Jakarta), Gus Ginanjar (Pengurus Harian PBNU dan Rumah Wasathiyah), dan Asep Diki Kurniadi SH (Perwakilan Kesbangpol Kota Bekasi).Dalam sambutannya, AKP Budi Chandra, Katim Idensos SGW Jakarta, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai penting dalam memperkuat kesadaran ideologis dan kebangsaan.“Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari yang membahagiakan ini kita dapat berkumpul bersama dalam rangka menghadiri acara Roadshow Jamaah Islamiyah di Hotel Merbabu Kota Bekasi,” ujarnya.Sementara itu, Ilham Nurhidayat Sandjadirja MH menegaskan komitmen Baznas DKI Jakarta untuk terus berperan dalam pemberdayaan umat dan menjaga harmoni kehidupan beragama.“Baznas DKI Jakarta sebagai lembaga resmi pengelola zakat terus berkomitmen untuk memberdayakan umat, menumbuhkan kepedulian sosial, dan ikut serta menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan beragama,” tutur Ilham.Dalam sesi diskusi, Ust Para Wijayanto, mantan amir Jamaah Islamiyah, menjelaskan bahwa organisasi JI selama lima tahun terakhir berada dalam tahap penilaian dan pengawasan.“Deklarasi kolektif Jamaah Islamiyah menekankan tiga aspek utama, yaitu transformasi ideologi, perilaku, dan organisasi,” katanya.Sementara Abu Rusydan, eks anggota Jamaah Islamiyah, mengisahkan perjalanan panjang proses pembubaran organisasi tersebut.“Saya diminta Abdullah Sungkar untuk membentuk Jamaah Al Islamiyah. Saya tidak pernah diangkat sebagai amir, tetapi sebagai penasihat JI. Pembubaran JI bukanlah sesuatu yang tiba-tiba, melainkan hasil pendalaman dan penelitian dari berbagai ilmu yang menjadi dasar keputusan tersebut,” ungkapnya.Melalui kegiatan ini, Densus 88 dan Rumah Wasathiyah berharap dapat mendorong transformasi ideologi ke arah moderasi, menumbuhkan kesadaran baru, serta menolak segala bentuk kekerasan dan penyimpangan dari nilai-nilai agama.Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan beragama yang wasathiyah, sehat, dan moderat demi terwujudnya perdamaian dan persatuan bangsa. (R)