Baubau (buseronline.com) - Densus 88 Antiteror (AT) Polri bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau menggelar kegiatan bertajuk “Deteksi Dini dan Resolusi Konflik Menjaga Kerukunan di Kota Baubau”, Senin.Kegiatan yang berlangsung di Kota Baubau ini diikuti oleh 42 peserta, terdiri dari anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Baubau, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Baubau, anggota Muhammadiyah, serta perwakilan dari kantor lurah se-Kota Baubau.Dalam kesempatan tersebut, Ipda Rachmat Ode selaku narasumber menekankan pentingnya memahami tanda-tanda awal terjadinya konflik serta perlunya langkah preventif sejak dini.“Kita harus memahami tanda-tanda awal konflik dan melakukan tindakan preventif untuk mencegah konflik yang lebih besar,” ujar Ipda Rachmat Ode.Menurutnya, kemampuan mendeteksi potensi konflik sosial sangat penting untuk menjaga kerukunan dan harmoni antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk seperti di Baubau.Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta kapasitas organisasi keagamaan, aparatur pemerintah, dan penyuluh agama se-Kota Baubau dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi konflik sosial yang berkaitan dengan isu keagamaan.Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun sinergi antara lembaga pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat (Ormas) dalam menciptakan lingkungan yang damai, toleran, dan harmonis di Kota Baubau.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat terhadap pentingnya deteksi dini dan resolusi konflik dalam menjaga stabilitas sosial serta mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. (R)