Jakarta (buseronline.com) - Kepala Divisi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri Irjen Pol Slamet Uliandi menegaskan bahwa Polri tengah menjalankan transformasi menyeluruh untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memulihkan kepercayaan publik. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi di lingkungan Divisi TIK Polri, Senin.Dalam amanatnya, Irjen Slamet menjelaskan bahwa peta jalan transformasi TIK Polri bukan sekadar dokumen teknis, tetapi merupakan arah strategis perubahan menuju Polri yang Presisi, modern, dan dipercaya masyarakat.“Transformasi ini bukan hanya soal sistem, tetapi bagaimana kita bekerja dan berpikir dengan cara baru,” tegas Slamet, dilansir dari laman Humas Polri.Ia menekankan bahwa integrasi dan interoperabilitas menjadi fokus utama dalam pembangunan sistem TIK Polri. Setiap data, sistem, dan proses harus saling terhubung agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.Lebih lanjut, Kadiv TIK menilai bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, teknologi canggih tidak akan berarti tanpa manusia yang kompeten dan berintegritas. “Teknologi pada akhirnya kembali kepada SDM kita sendiri,” ujarnya.Pengembangan SDM TIK harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari peningkatan kompetensi teknis, kemampuan manajerial, hingga pembentukan karakter yang disiplin dan berorientasi pelayanan.Slamet juga mendorong seluruh personel Div TIK untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan rutin dan semangat belajar berkelanjutan, baik di bidang teknis maupun manajerial.Ia menegaskan bahwa SDM TIK yang kuat adalah fondasi utama agar seluruh program digital Polri berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Dengan semangat transformasi ini, Polri berupaya memperkuat kehadiran institusi di tengah masyarakat sebagai lembaga penegak hukum yang transparan, profesional, dan humanis, sejalan dengan semangat Polri Presisi. (R)