Jakarta (buseronline.com) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Timur mengadakan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) bagi para mudir dan pengajar pondok pesantren se-Jakarta Timur, Kamis.Kegiatan yang digelar di Jakarta Timur tersebut diikuti 100 peserta perwakilan dari 79 pondok pesantren. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para pengajar dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di kalangan santri.Menurut Ipda Ahmadal Mustaqim SH dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentengi para santri dari pengaruh negatif yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.“Pondok pesantren memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di kalangan santri. Oleh karena itu, para pengajar harus meningkatkan kesadaran dan kemampuan mereka untuk melindungi santri dari pengaruh negatif tersebut,” ujar Ahmadal Mustaqim.Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan tentang pentingnya pengawasan intensif di lingkungan pesantren serta peningkatan kapasitas untuk menjadi agen perubahan dan duta pencegahan radikalisme di masyarakat.Melalui Sosialisasi Kebangsaan ini, Densus 88 dan Kemenag Jakarta Timur berharap pondok pesantren dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (R)