Mataram (buseronline.com) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan bertajuk “Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah: Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat yang Moderat terhadap Eks Kelompok Jamaah Islamiyah Se-NTB”, Sabtu di Same Hotel, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran baru bagi eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) agar meninggalkan paham kekerasan dan ekstremisme, serta memperkuat komitmen kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Ustaz Para Wijayanto, mantan pimpinan Jamaah Islamiyah menyampaikan pentingnya konsistensi terhadap deklarasi pembubaran JI dan tekad kembali ke NKRI.Ia menegaskan bahwa ajaran Islam mengajarkan keseimbangan dan jalan tengah (wasathiyah), bukan kekerasan atau kebencian.“Sudah saatnya kita menegaskan komitmen untuk hidup damai, meninggalkan cara-cara kekerasan, dan meneladani Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Para Wijayanto.Kegiatan ini dihadiri 126 orang eks anggota Jamaah Islamiyah se-NTB, baik secara langsung maupun daring.Kasatgaswil NTB Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Lili Warli, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat toleransi beragama dan menumbuhkan keyakinan atas keputusan kembali ke pangkuan NKRI.“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat ketahanan ideologi dan membangun semangat baru agar para peserta menjadi bagian dari masyarakat yang produktif dan cinta damai,” kata Kombes Lili Warli.Densus 88 berharap kegiatan ini dapat memperkokoh ketahanan ideologi di masyarakat serta meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menolak paham intoleran dan radikal, demi menjaga keutuhan NKRI. (R)