Jakarta (buseronline.com) - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan pentingnya perubahan fundamental di tubuh Polri agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memenuhi harapan publik.Ia menekankan bahwa inti dari transformasi Polri terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di dalam institusi.“Organisasi tidak bisa berubah dengan sendirinya. Yang berubah adalah orang-orang di dalamnya. Transformasi Polri harus dimulai dari anggota, dari SDM yang memiliki kompetensi, integritas, dan hati nurani,” ujar Dedi di Jakarta, Kamis.Menurut Dedi, salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah penempatan personel yang belum optimal. Berdasarkan hasil pemetaan awal, ditemukan sekitar 74 persen penempatan personel di berbagai level organisasi belum sesuai dengan bidang dan keahliannya.“Ini yang akan kami perbaiki dengan percepatan melalui digitalisasi dan sistem pembinaan yang lebih terukur, sehingga penempatan akan tepat sasaran,” katanya, dilansir dari laman Humas Polri.Dedi menyebut, sejumlah peristiwa demonstrasi yang terjadi pada Agustus hingga awal September lalu menjadi momentum penting bagi Polri untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.“Polri bersama tim pakar akan memetakan akar masalah di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari Polsek, Polres, Polda hingga Mabes Polri. Langkah konkret akan disusun secara bertahap, mulai dari strategi jangka pendek satu bulan hingga jangka panjang satu tahun ke depan,” jelasnya.Dalam proses transformasi tersebut, Dedi menekankan pentingnya menginternalisasi konsep 4K sebagai DNA perubahan di tubuh Polri. Empat aspek tersebut yakni:1. Kurikulum berbasis moral,2. Kaderisasi berbasis talenta,3. Kemampuan keterjalinan emosional, dan4. Kemampuan komunikasi publik.“Empat aspek itu akan menjadi fondasi Polri yang lebih modern, humanis, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.Lebih lanjut, Dedi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses transformasi Polri yang tengah berjalan. Ia menilai perubahan institusi kepolisian tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa dukungan publik.“Setiap tekanan harus kita jawab dengan energi positif dan menjadi momentum perubahan. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat, karena tanpa Polri yang baik, Indonesia Emas 2045 sulit terwujud,” tutupnya. (R)