Jakarta (buseronline.com) - Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdikpol) Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana menegaskan bahwa setiap anggota Polri harus menjadi sosok yang bermanfaat bagi masyarakat.Ia mengingatkan agar polisi tidak terjebak dalam sikap arogan, manipulatif, maupun perilaku yang menyakiti rakyat.“Menjadi polisi harus ada manfaatnya. Kalau tidak ada manfaatnya, maka tidak ada gunanya. Dan ingat, menjadi polisi itu ada batasnya, tapi menjadi rakyat tidak ada batasnya,” ujar Komjen Chryshnanda, Selasa.Menurutnya, jati diri seorang polisi sejatinya adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Karena itu, ia mendorong seluruh personel Polri untuk menjadi polisi rakyat hadir dengan ketulusan, empati, dan integritas dalam menjalankan tugas.“Jadilah polisi rakyat. Maka yang saya katakan adalah stop sombong, stop bohong, dan stop menyakiti. Di situlah konteksnya,” tegasnya, dilansir dari laman Humas Polri.Chryshnanda menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap Polri tidak dapat dibangun dengan kekuasaan, melainkan melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.Ia menekankan sikap rendah hati, kejujuran, dan kepedulian sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.Lebih jauh, Kalemdikpol juga mengajak jajaran pendidikan kepolisian untuk terus menanamkan nilai moral, etika, dan spiritualitas dalam pembinaan serta pelatihan anggota Polri.Dengan begitu, diharapkan lahir sosok polisi yang berintegritas, humanis, dan dicintai rakyat. “Polri harus terus berbenah. Kita hadir bukan untuk ditakuti, tapi untuk dicintai rakyat. Itu hanya bisa terwujud bila kita bekerja dengan hati dan nurani,” pungkasnya. (R)